Cinta Tak di Restu Orang Tua, Pemuda ini Berangkat ke Alam Barzah

Wartapedia, Surabaya. Menjelang HUT ke 72 Kemerdekaan Republik Indonesia rupanya tak menjadi moment yang membahagiakan bagi Erry Nurcahyadi.

Pasalnya, akibat cinta tak di restu orang tua, pemuda 27 tahun warga Jalan Manukan Rejo gang II Blok 1-B No 7, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya itu, mengakhiri hidupnya.

Peristiwa tragis tersebut diketahui warga sekitar perlintasan KA (Kereta Api) SPBU Karang Poh, Jalan Margomulyo, Tandes Surabaya, beberapa saat setelah kejadian.

Kapolsek Pakal, Kompol Sofwan mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.25 WIB. Kondisi Erry ditemukan tewas dengan luka parah pada bagian kepala pecah usai tertabrak kereta api.

Menurutnya, berdasarkan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) Erry dipastikan bunuh diri. Hal itu dipastikan setelah keluarga korban mendatangi lokasi dan menceritakan kepergian anak tersebut.

“Berdasar keterangan dari keluarga korban, korban ingin segera menikah, karena pasangannya sudah ada. Tapi, orang tuanya tidak setuju. Korban tadi sudah diteriaki orang saat kereta lewat. Namun korban sudah gelap mata,” kata Sofwan, Rabu (16/08).

Aksi bunuh diri yang dilakukan Erry, lanjut Sofwan, sebelum ke lokasi, Erry diketahui mengendarai motor Yamaha Mio J warna putih bernopol W-3034-L. Lalu kemudian dia memarkir motornya di dekat rel KA.

“Sejumlah warga yang ada di sekitar, sempat melihat korban dibawah pohon beringin dekat rel KA,” lanjut Sofwan.

Pada saat KA peti kemas dari Stasiun Pasar Turi Surabaya jurusan Jakarta melintas, spontan Erry menghampirinya. Seketika itu pula Erry tertabrak, kepala pecah dan tewas di lokasi.

Peristiwa yang begitu cepat dan minim saksi itu pun benar-benar membuat miris.

Sebagian warga yang berduyun melihat kejadian itu, mengatakan bahwa setelah menabrak Erry, kereta sempat berhenti sejenak. Lalu kembali melanjutkan perjalanan.

Setelah kejadian itu, sekitar pukul 14.30 WIB, keluarga mendapat kabar bahwa anaknya meninggal tertabrak kereta api.

Sontak keluarga mendatangi lokasi, dan membenarkan bahwa Erry adalah anaknya. Erry pun kini dilarikan ke kamar mayat RS Dr. Soetomo untuk proses identifikasi.(asb)