Cegah Hoax, Santri Ponpes Al-Anwar Gelar Workshop Penguasaan dan Pembuatan Konten Media

REMBANG – Mengantisipasi mudahnya peredaran kabar hoax saat ini, Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, menggelar Workshop Penguasaan dan Pembuatan Konten Media.

Pelatihan yang diikuti sekitar 150 santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah ini dilaksanakan di auditorium Mathla’ul Anwar, Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, pada Selasa – Rabu, (13-14/2/2018).

KH. Muhammad Idror Maimun dalam sambutan pembukaannya menyatakan, bahwa santri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia teknologi.

“Kita harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi yang sangat maju untuk kemaslahatan kita bersama,” kata pria yang biasa disapa Gus Idror.

Lebih lanjut, putra KH. Maimun Zubair ini menjelaskan, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan konten-konten islami yang ramah dan menyejukkan dalam dunia digital. Santri harus mampu berdakwah tidak hanya di dunia nyata, melainakan juga penting melaksanakan dakwah di dunia maya.

“Ini tantangan kita bersama. Kita harus mewarnai dan mulai bergerak di media sosial,” jelasnya.

Putra KH. Maimoen Zubair ini juga berharap, bahwa melalui workshop yang menghadirkan narasumber yang mumpuni dan kompeten, kegiatan ini mampu menimbulkan ghirah santri untuk terus aktif menulis konten-konten antihoax di dunia internet.

Anis Maftuhin selaku Konsultan Media dan Pakar Komunikasi dari Salatiga menyatakan, bahwa santri kita jangan terus menerus ketinggalan dengan mereka yang lebih dulu aktif di dunia digital.

“Hal positif dan unik dalam dunia pesantren harus kita sebarkan ke medsos. Biar mereka mengenal keunikan dunia pesantren,” kata Anis Maftuhin.

Anis mengakui, konten-konten yang kini viral di dunia maya, minim dari karya-karya santri. Akibatnya, masyarakat terkadang kesulitan mencari konten-konten islami yang sesuai kitab kuning.

“Coba kita membuat video tentang tayammum yang sesuai dengan taqrib, misalnya. Kita unggah ke media sosial,” tambah Anis.

Hal ini, lanjut Anis, adalah untuk mengisi konten-konten positif di dunia daring. Lebih dari itu, santri menjadi eksis tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya.

Hafyz Marshal selaku CEO KataIndonesia.com juga mengatakan, bahwa saat ini santri harus maju dan berkembang.

“Jadi santri itu tidak hanya jago mengaji dan membaca kitab kuning, namun santri harus jago membuat konten media, sehingga dapat memberitakan kegiatan yang dilakukan di pesantren ke orang banyak,” ungkap Hafyz Marshal.

Selain Anis Maftuhin dan Hafyz Marshal Workshop ini juga mendatangkan Imam Prihandyoko (editor in chief Menara62.com), Imam Malik Msn (vlogger dan photojournalist), Luqman Hakim Arifin, Konsultan Media dan Pakar Komunikasi Organisasi.

Beberapa materi yang dibedah dalam workshop ini antara lain Understanding Social Media, How to Creat Inspiring Video For Your Social Media Business, Social Media Ethic, dan How to Optimize Your Creatif For Mobile. (Fyz/son)