Cabuli Murid SD, Pesuruh Sekolah Diringkus Unit PPA Polrestabes Surabaya

Surabaya – Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus Abdur Rohman Haris (20) yang diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap AS bocah berumur 7 tahun yang masih menjadi murid sekolah dasar (SD).

Pemuda warga Jalan Kalisari Damean 2a Surabaya yang kesehariannya bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah korban tersebut ditangkap setelah dilaporkan oleh orangtua murid yang menjadi korban perbuatan cabulnya.

Dalam keterangan rilisnya, Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, tersangka nekat mencabuli seorang siswa laki-laki yang masih berusia 7 tahun. Perbuatan itu dilakukan pada jam belajar, saat korban sedang berada di toilet untuk buang air kecil. Melihat korban seorang diri dan kondisi toilet juga sepi, tersangka langsung melancarkan aksinya

Pelaku mengancam korban akan memukulinya dan menguncinya di kamar mandi, apabila korban tidak menuruti kemauannya. Kasus ini terungkap, setelah orang tua korban melihat ada kejanggalan pada anaknya. Korban mengeluh kesakitan pada bagian anus.

“Korban masih kelas 1 SD. Kejadiannya di toilet sekolah saat jam belajar. Korban mau buang air kecil, di sana ada tersangka sedang bersih-bersih toilet. Lalu tersangka melakukan perbuatan cabul kepada korban sambil mengancamnya,” katanya Jumat (19/10).

Sampai saat ini Polisi baru menerima laporan dari satu korban. Ke depan, kasus ini akan terus dikembangkan. Adapun alasan tersangka nekat berbuat cabul terhadap anak di bawah umur ini, karena melihat parasnya yang tampan.

Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolrestabes Surabaya dan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 No. 35 Tahun 2014 UU Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.   (son)