Cabuli anak kandungnya, penjual dadar gulung ini di tangkap Polisi

Pelaku M. badrun saat di rilis Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Wartapedia, Surabaya. Perbuatan bejat seorang ayah terhadap anak kandungnya kembali diungkap Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya. Alih-alih tak kuat menahan hasrat sejak bercerai dengan istrinya, pria 35 tahun ini tega mencabuli putri kandungnya.

Bapak dua anak itu bernama M. Badrun warga Jalan Wonocolo, Surabaya. Dia kerap melampiaskan berahinya kepada putri kandungnya, Bunga (bukan nama asli) setiap kali istrinya pergi bekerja berjualan makanan.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Dja’far mengatakan, perbuatan bejat Badrun terbongkar setelah gadis 10 tahun itu mengeluh sakit perut kepada guru sekolahnya, pada 26 September 2017 lalu.

“Sekitar bulan Mei 2017, pelaku ini bercerai dengan istrinya. Sehingga perbuatannya itu tidak ada yang mengetahui. Korban kerap diancam oleh pelaku setiap kali hendak melakukan pencabulan,” kata Lily, Senin (09/10).

Setelah tertangkap, kepada petugas, Badrun mengaku sudah melakukan perbuatan bejatnya itu sejak Juli 2016, yang mana kala itu Bunga masih berusia 9 tahun. Terhadap Bunga, Badrun melakukan cabul sedikitnya tiga kali seminggu selama setahun terakhir.

Kanit PPA Satreskrim,AKP Ruth Yenni dan Kasubbag Humas, Kompol Lily Dha’far saat merilis M. Badrun, pelaku cabul pada anak kandung.

Bocah malang yang masih duduk di bangku kelas 3 SD itu, harus menerima ancaman dan pukulan dari ayah kandungnya apabila dia tidak mau melayani. Bunga diancam akan di gantung di tangga rumah apabila menolak untuk memuaskan birahi Badrun.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, pelaku ini sudah melakukan aksi cabul pada anak kandungnya sebanyak 36 kali,” terang Lily.

Parahnya lagi, seakan tidak menyesali perbuatannya, Badrun yang dalam kesehariannya berjualan telur dadar gulung itu dengan cengengesan menjawab pertanyaan petugas tentang bagaimana perasaannya selama mencabuli anak sendiri. Badrun membandingkan anaknya seperti motor matic.

“Sehari tiga kali saya ajak tidur, karena rasanya seperti naik motor Vario akhirnya saya ketagian,” aku Badrun sambil cengengesan.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Badrun harus merasakan nikmatnya hotel prodeo Polrestabes Surabaya, dan di jerat dengan Pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri