Bos Developer PT. AKBI dan PT. Global Dilaporkan ke Polrestabes Surabaya

Surabaya – Kasus dugaan penipuan terkait pembelian perumahan secara kredit di daerah Benowo dekat Gelora Bung Tomo Surabaya yang beberapa waktu lalu sempat ramai di pemberitaan. Kasus ini nampaknya akan diungkap lagi oleh pihak User yang merasa di rugikan oleh pihak Developer yang diketahui bernama Perumahan Mahkota Amira yang dikelolah oleh PT AKBI.

Menurut pengakuan User, PT AKBI selaku Developer Perumahan Mahkota Amira sempat membuat promosi juga gathering di Hotel besar dalam menggaet calon konsumen nya, diduga kuat dalam hal promosinya pihak PT AKBI memberikan iming-iming yang aduhai sehingga para User terpancing untuk membeli perumahan secara kredit, apalagi lokasi yang ditawarkan masih masuk area Surabaya bersebelahan dengan Gelora Bung Tomo yang sekarang resmi dijadikan Stadion utama Surabaya untuk menjalani event Sepak Bola terbesar di Negeri ini.

Namun, tampak janggal ketika waktu yang dijanjikan dalam pembangunan belum juga nampak direalisasikan, hal itu membuat User mempertanyakan Perumahan yang dimaksud, karena User sudah mengeluarkan uang yang dalam kesepakatan termasuk dp lebih dari Ratusan Juta Rupiah. Sontak saja dalam pemikiran para User, mereka menimbulkan banyak pertanyaan. Sebab hingga kini apa yang dijanjikan tak pernah ada wujudnya.

Achmad Garad selaku pimpinan LSM GARAD Indonesia yang pernah diberi kuasa investigasi oleh salah satu User saat dihubungi oleh awak media membeberkan hasil investigasinya.

“Ketika saya diberi kuasa oleh salah satu User, saya langsung terjun ke lokasi, banyak kejanggalan yang saya temukan, salah satunya banner atau baliho yang menurut informasi dari pihak Developer itu diambil oleh tangan tangan jail, namun saat saya konfirmasikan kepada Lurah setempat, mengatakan bahwa itu salah besar, karena banner atau baliho itu dianggap mengganggu sehingga pihak Kelurahan menyampaikan kepada Kecamatan untuk meminta bantuan dalam melakukan penertiban,”ujar Achmad dengan nada santai.

“Banner masih disimpan di Kantor Kecamatan, supaya jadi bukti bahwa banner atau baliho itu memang tampak mengganggu”, imbuh Achmad yang menirukan pernyataan dari Lurah setempat.

Tidak hanya itu, sempat juga saat pihak LSM GARAD mengkonfirmasi pihak Kelurahan Manyar Sabrangan untuk menanyakan domisili Perusahaan, ternyata tidak ada nama PT AKBI, padahal berada di wilayahnya.

“Banyak yang saya temukan dilapangan terkait PT ini, saya menduga Perusahaan ini abal-abal, namun sudah mendapatkan banyak korban, dan kabarnya juga sudah banyak User yang melaporkan, cuman saya gak tau sampai sejauh mana prosesnya, karena saya bukan pendampingnya”, ujar Achmad Garad membeberkan hasil investigasinya.

Sementara itu, salah satu User yang berinisial Ag, dengan didampingi Kuasa Hukumnya membenarkan melakukan pelaporan, namun pelaporan itu kepada langsung oknum yang diketahui selaku Direktur Utama bukan PT AKBI nya dengan dugaan pasal 378 KUHP tentang dugaan penipuan.

“Iya benar sudah kami laporkan dan sudah dapat Surat Laporannya, dan yang kami laporkan itu ber inisial BS, selaku Direktur PT Global, sebenarnya kami ingin melaporkan PT AKBI nya, namun saat kami cek ke Bapepam(Balai Penanaman Modal) PT AKBI ini tidak terdaftar, dari pada bolak balik kan orangnya sama”, ujar A Sitinjak, Kuasa Hukum User yang namanya tidak mau di publikasikan.

Masih menurut Sitinjak yang ditemui di Pengadilan Negeri Surabaya, masalah tersebut telah di laporkan kepada Polresta Surabaya dengan nomor LP 002/X/2018/JATIM/RESTABES SBY dengan laporan dugaan kejahatan Tindak Pidana Pidana sebagai mana dimaksud dalam Pasal : 378 KUHP, dengan terlapor ber inisial B.S laki laki 65 Tahun daerah Manyar Sabrangan Mulyorejo Surabaya.

“Semoga secepatnya ada tindakan dari pihak Kepolisian, supaya kasus ini bisa segera selesai”, tutup Kuasa Hukum Ag kepada Media.   (sp/kus/red)