Bonek dan PSHT Deklarasi Damai di Polrestabes Surabaya

Pelepasan burung Merpati sebagai tanda perdamaian Bonek dan PSHT.

Wartapedia, Surabaya. Puncak perdamaian antara suporter Bonek dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) telah mencapai klimaksnya. Dengan ditandainya Deklarasi Damai di markas Polrestabes Surabaya, kian menunjukkan komitmen dan keseriusan dua kubu yang sempat berseteru akibat bentrok 1 Oktober 2017 lalu, di daerah Balongsari, Surabaya.

Dalam deklarasi bertema ‘Kemenangan yang nyata adalah perdamaian bukan perselisihan, mari kita mulai dari Surabaya’ ini, tampak dihadiri oleh sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Diantaranya adalah Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal; Walikota Surabaya, Tri Rismaharini; serta Danrem 084/BJ, Kolonel Kav. M. Zulkifli.

Baca juga : Bonek dan PSHT Surabaya bentrok, Polrestabes Surabaya gelar mediasi

Selain Forkopimda, tampak hadir pula CEO Persebaya, Azrul Ananda; para Dandim se-Surabaya; Pejabat Utama (PJU) Polrestabes Surabaya; Kapolsek Jajaran; Danramil Jajaran; Utusan dari PSHT Pusat Madiun, Hery Mulyono; Ketua PSHT Cabang Surabaya, M. Rosadin beserta 85 orang anggota PSHT Cabang Surabaya; dan Andi Peci, Bonek Surabaya beserta 30 orang Bonek.

Dalam sambutannya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal mengatakan, pasca kejadian duka atas semuanya sudah berkomitmen untuk meredam situasi dan kondisi untuk terjaganya keamanan kota Surabaya dan kota-kota lainnya se-Jawa Timur.

“Proses hukum atas kejadian waktu lalu, sudah 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas bukti yang tidak dapat disangkal. Atas ditetapkannya 5 orang sebagai tersangka tersebut mari kita jadikan pembelajaran bersama,” kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini, Kamis (12/10).

Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dalam sambutannya berharap, dengan adanya Deklarasi Damai ini, antara Benk dan PSHT kedepannya tidak ada lagi pertikaian dan permusuhan. Menurutnya, semua adalah saudara.

“Negara yang sejahtera adalah negara yang bisa menjaga perdamaian dan saling menghargai antar sesama,” tuturnya.

Walikota, Dandim, Kapolrestabes Surabaya, Andi Peci dan Maksum Rusakin saat berfoto bersama membawa nota perdamaian dalam pigura.

Sedangkan Danrem 084 BJ, Kolonel Kav M Zulkifli mengaku sudah melakukan upaya pencegahan di tingkat Polsek, Koramil, dan Kecamatan. Bahwa anggota PSHT dan Bonek yang di tingkat bawah sudah ada kesepakatan damai. Kemudian dilanjutkan naik ke tingkat lebih besar, dengan harapan apa yang dideklarasikan disini menjadi momentum yang baik kedepan, supaya tidak terjadi hal yang sama.

“Amannya Surabaya bukan hanya peranan kita (Forpimda). Tetapi peran seluruh masyarakat, peran PSHT dan Bonek untuk menciptakan iklim yang kondusif di Surabaya. Saya yakin tidak ada yang ingin Surabaya ini rebut,” imbuh Zulkifli.

Usai mendengarkan sambutan dari Kapolrestabes, Dandim 084/BJ dan Walikota Surabaya, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar oleh perwakilan Bonek dan PSHT serta diikuti oleh seluruh anggota Bonek dan PSHT.

Adapun isi dari ikrar tersebut adalah sebagai berikut :

Dalam rangka mewujudkan situasi Kamtibmas yang mantap dan kondusif serta terjalin eratnya hubungan antara Perguruan Pencak Silat PSH Terate (PSHT) dengan para suporter Bonek di wilayah Kota Surabaya dan kota-kota lainnya di seluruh Indonesia maka kedua pihak yaitu, perguruan Pencak Silat PSH Terate (PSHT) yang diwakili oleh ketua atau pengurus pusat atas nama seluruh anggota perguruan pencak silat PSHT dan suporter Bonek Kota Surabaya yang diwakili perwakilan atau juru bicara Bonek Kota Surabaya atas nama seluruh suporter Bonek di kota-kota lainnya di seluruh Indonesia, menyatakan dengan penuh kesadaran, untuk :

  1. Menghilangkan rasa permusuhan dan kebencian, baik berupa perkataan maupun perilaku secara langsung dan atau menggunakan media komunikasi sosial.
  2. Menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara hukum yang terjadi kepada pihak kepolisian sesuai hukum yang berlaku dan tidak sekali kali mengambil langkah diluar prosedur hukum.
  3. Saling menghormati dan menjaga ketertiban aktifitas masing – masing pihak.
  4. Menghimbau kepada seluruh anggota perguruan / perkumpulan untuk tidak terprovokasi oleh sumber informasi yang tidak jelas dan melaporkan kepada pihak kepolisian bila menemukan / mengetahui pihak – pihak yang provokatif.
  5. Menjaga nama baik dan nama besar perguruan Pencak Silat PSH Terate dan Bonek Kota Surabaya serta kota – kota lain di seluruh Indonesia dengan tidak mengaitkan perilaku melawan hukum yang dilakukan oleh oknum anggotanya.

Selanjutnya, seusai membaca ikrar, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi Damai oleh Walikota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Management Persebaya, Bonek dan PSHT. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan bersama di backdrop (spanduk) besar sebagai simbol komitmen damai dan siap menjaga keamanan.

Sebagai penutup Deklarasi Damai, acara dilanjutkan dengan pelepasan burung Merpati sebagai simbol perdamaian, dan diakhiri dengan pembacaan doa.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri