Bobol Soal UNBK Tingkat SMP, Dua Pelaku di Borgol Satreskrim Polrestabes Surabaya

Surabaya – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP kembali diwarnai kecurangan. Kecurangan tersebut terbongkar setelah Satreskrim Polrestabes Surabaya bergegas menindaklanjuti laporan dari Dinas Pemkot Surabaya.

Kecurangan ini sendiri terjadi di salah satu SMP di kawasan Kenjeran Surabaya dan lembaga bimbingan belajar yang berada di daerah Jolo Tundo Tambaksari Surabaya. Dalam kasus ini, petugas menahan dua orang tersangka, yaitu IM (38) dan TG (45). Keduanya sama-sama warga Surabaya.

Kaporestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, didampingi Kasat Reskrim AKBP Sudamiran dan AKP Dimas, saat menggelar konferensi pers di depan gedung Command Center, mengungkap pelaku dan mengamankan barang bukti.

Dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan bahwa sejak bulan Januari 2017, pelaku IM diangkat sebagai PHL (Pekerja Harian Lepas) di bidang IT salah satu SMP di kawasan Kenjeran, Surabaya, yakni tempat kecurangan ini terjadi.

“Selanjutnya, pada tanggal 20 April 2018 pelaku IM memasang komputer dan server di tiap ruang, yaitu 1,2 dan 3). Pelaku melakukan sinkronisasi data. Setelah berhasil IM men-spy (mengintip komputer siswa yang ada di ruang 3 dari PC yang ditaruh di ruangan 4 oleh IM, red),” kata Rudi, Senin, (30/04/2018).

Hal tersebut dilakukan dengan cara CPU yang  diletakkan di ruang laboratorium (ruangan 4) dihubungkan ke switch hub/alat pembagi kabel kine di komputer siswa. Selanjutnya pelaku IM menerima data IP (Identitas Personal) komputer siswa sebanyak 5 buah dari TH, lalu dicoba, ternyata bisa.

Selanjutnya  pada tanggal 23,24 dan 26 April 2018, IM mengakses komputer siswa dengan CPU tersebut ke server komputer siswa yang sedang ujian. Kemudian dari tampilan soal UNBK di monitor CPU tersebut di foto dan dikirimkan ke nomor WA tertentu.

Dari hasil ungkap ini sendiri, Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan dua pelaku berikut barang, yakni bukti 1 unit mini CPU merek HP, 1 buah HP merek XIAOMI Type Redmi Note 4 warna biru putih, 1 buah HP merek XIAOMI Type Redmi Note 4 warna putih, 1 buah HP merek SAMSUNG Type Galaxy J-5 warna abu-abu, 1 Monitor merek HP beserta kabel VGA dan 2 buah roll kabel LAN.

Pelaku ini melanggar pasal 46 Jo pasal 30 ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman penjara pidana kurungan 6 sampai 7 tahun.(asb)