Potensi Budidaya Rumput Laut di Brebes

Potensi Budidaya Rumput Laut di Brebes

BREBES - wartapedia : Awalnya mayoritas masyarakat Brebes berprofesi utama sebagai nelayan. Namun sekarang mereka berkata lain.

“Untung ada rumput laut”, inilah kalimat yang diucapkan oleh H. Bukhori salah seorang pembudidaya rumput laut (Gracilaria sp.), yang juga menjabat sebagai ketua kelompok pembudidaya rumput laut Al-Karomah, Desa Randusanga Wetan, Kec. Brebes.

Dari lahan tambak yang dimiliki dan usaha budidaya rumput laut yang ditekuni dirasa sangat membantu menopang kehidupan keluarganya. Dampak serupa juga dirasakan oleh Sdr. Untung, berkat hasil budidaya rumput laut dia berhasil menyelesaikan pendidikan kesarjanaannya.

Bukan itu saja, menurut mereka adanya rumput laut menjadikan usaha budidaya tambak kembali memberikan harapan yang lebih baik. Demikian pula ketersediaan pasar yang masih terbuka lebar, membuat para pembudidaya semakin bersemangat membudidayakan rumput laut.

Bahkan beberapa perusahaan agar-agar yang berskala besar telah bersedia menampung rumput laut dari Brebes, antara lain CV. Agar Sari Jaya-Malang, PT. Agarindo-Tangerang, PT. Indoflora Cipta Mandiri-Malang, PT. Sumber Laut-Surabaya dan PT. Agar Sehat-Pasuruan. Kendati demikian permintaannya pun belum terpenuhi, sehingga ini merupakan peluang besar budidaya rumput laut. Dari permintaan sebanyak + 1.000 ton rumput laut kering/bulan, saat ini baru terpenuhi + 100 ton/bulan (10%).

Budidaya Rumput Laut
Peningkatan permintaan pasar membuat usaha budidaya rumput laut semakin marak dilakukan oleh masyarakat Brebes, dan ini membuahkan dampak positif bagi peningkatan produksinya. Dari statistik menunjukkan, total produksi rumput laut basah pada tahun 2009 mencapai 4.830 ton, dengan nilai produksi total diperoleh sebesar Rp. 2.415.102.000,- ( Dua Milyar Empatratus Limabelas Juta Seratus Duaribu Rupiah ).

Untuk produksi 2010, sampai dengan bulan Februari tercatat sebanyak 2.800 ton rumput laut basah atau 280 ton rumput laut kering. Bila dibandingkan dengan produksi pada bulan yang sama pada tahun 2009 (Januari-Februari 2009 = 658 ton RL basah atau 65,8 ton RL kering), terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

Penyerapan tenaga kerja untuk usaha ini dinilai cukup besar. Tahapan proses budidaya sampai dengan panen dan pasca panen membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Diperkirakan setiap pengusahaan 1 Ha budidaya rumput laut membutuhkan jumlah tenaga kerja sebanyak 45 orang.

Selain mudah dan murah, keuntungan lain yang bisa dinikmati oleh pembudidaya adalah melalui metode polikultur dengan udang dan bandeng (1 Ha diisi 1.000 kg rumput laut, 10.000 benur udang dan 3.000 ekor benih bandeng ). Sekali tanam bibit rumput laut berlaku untuk masa budidaya selama 3-4 tahun. Modal yang dibutuhkan tiap hektar lahan tergolong murah, sebesar Rp. 5.040.000,-. Perhitungan pendapatan kotor mencapai Rp. 13.070.000,-. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 8.030.000,- dalam kurun waktu 4 bulan (1 musim tanam) (dik)


DAFTAR PUSTAKA :

[1] Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia


"Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya."
Frischboten