PELINDO III: Operasikan Mini Dredger Di Pelabuhan Benoa

PELINDO III: Operasikan Mini Dredger Di Pelabuhan Benoa

DENPASAR - PT Pelindo Marine Service (PMS) terus mengembangkan lini bisnisnya. Anak perusahaan PT Pelindo III (Persero) itu mulai mengoperasikan dan memperkenalkan 2 unit kapal keruk ukuran kecil (mini dredger) hasil produksinya untuk melakukan perawatan kedalaman kolam Pelabuhan Benoa, Bali, Jum’at (9/11).

Direktur Utama PT PMS, Moch. Chairul Anwar, mengatakan dalam pelaksanaannya PT PMS di dukung oleh armada berupa pompa mesin keruk (mini dredger) yaitu alat/fasilitas berupa alat apung sederhana yang dapat difungsikan sebagai alat pengerukan dasar laut disekitar kolam terminal pelabuhan area olah gerak kapal bersandar di tambatan.


BACA JUGA:

Pemeliharaan kolam terminal pelabuhan dengan menggunakan Mini Dredger ini merupakan produk dan layanan  pertama di Indonesia, dikatakan yang pertama karena  yang biasa ada dan dikenal adalah pelaksanaan pengerukan menggunakan kapal setara pekerjaan Capital Dredging yang dilaksanakan oleh perusahaan pengerukan.

Mini Dredger merupakan fasilitas alat hasil karya/rakitan tim kerja dari PT PMS yang merupakan teknologi tepat guna, murah, sederhana dan yang paling penting merupakan hasil dari inovasi anak bangsa.

Target operasionalisasi dari Mini Dredger adalah  Pemeliharaan Kolam Terminal di beberapa terminal pelabuhan khususnya yang dioperasikan oleh PT Pelindo III (Persero) dan nantinya bisa melayani BUP lainnya.

“Tahun ini kami memang telah membuat 2 unit mini dredger. Kami yang merakit dan membuat desain kapalnya, semua kami yang mengerjakan, kecuali mesin.  Mesin kami masih mendatangkan dari luar negeri,” jelas Direktur Utama PT PMS, Moch. Chairul Anwar, saat pengenalan dan operasi mini dredger di Benoa Bali.

Menurutnya, kapal yang diberi nama PMS MD-306 dan PMS MD-315 itu mampu melakukan pengerukan dengan kapasitas hingga 360 m­­3 per jam.

Keunggulan lain dari kapal tersebut adalah mudah untuk dibongkar/pasang dan dimasukkan dalam petikemas.  Hal itu menjadikannya lebih mudah untuk dikirim ke tempat tujuan tanpa harus ditarik dengan kapal yang lebih besar.

“Kami berkomitmen bahwa akan terus mengusahakan dan melakukan penyempurnaan terhadap hasil karya perdana ini dalam rangka meningkatkan kualitas mini dredger beserta kelengkapan pendukungnya demi layanan pemeliharaan kolam terminal yang prima”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Humas PT Pelindo III, Edi Priyanto mengatakan bahwa pembangunan kapal keruk mini atau mini dredger ini dilaksanakan dengan menggonakan metode swakelola yang memakan waktu selama 5 (lima) bulan dan pengerjaannya dilakukan di galangan kapal milik PT PMS.

Selain itu, pembangunan mini dredger mengedepankan kordinasi dengan pihak penanggung jawab kalaiklautan kapal yaitu Syahbandar.

“Mini Dredger produksi PT PMS tersebut memiliki banyak keunggulan”, lanjut pria berkaca mata minus tersebut.

Pertama biaya investasi untuk pembangunan mini dredger lebih murah dibandingkan dengan pengadaan jenis kapal keruk yang besar karena menggunakan metode swakelola dan dikerjakan di galangan milik PT PMS.

Biaya perawatan, lanjut Edi, lebih murah karena tidak membutuhkan dock space yang besar bahkan bisa dikerjakan tanpa menggunakan dock space dan operasionalisasi dan mobilisasinya lebih mudah karena untuk pengiriman mini dredger ini bisa melalui jalur darat atau laut.

Selain itu, mini dredger ini dapat bergerak tanpa harus ditarik karena memliki propeller sendiri.

PT Pelindo Marine Service (PT PMS) merupakan salah satu  anak perusahaan  PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang bergerak di bidang perkapalan, berdiri dan mulai melaksanakan kegiatan usaha sejak tanggal 01 Januari 2012. Saat ini PT Pelindo Marine Service sedang mengembangkan bisnis perusahaan di bidang kemaritiman yaitu Pelayanan Pemeliharaan Kedalaman Kolam Terminal Pelabuhan.  

Untuk meraih kesuksesan, tidaklah cukup dengan melakukan yang terbaik. Terkadang kita harus melakukan apa yang diperlukan.
Winston Churchill