MITRA 10 : Gerai Ritel Bahan Bangunan Resmi Di Buka Di Bogor

MITRA 10 : Gerai Ritel Bahan Bangunan Resmi Di Buka Di Bogor

Mitra 10 adalah gerai building materials and home improvement berkonsep one stop shopping

BOGOR - Gerai ritel bahan bangunan, Mitra 10 yang berlokasi di Jalan Soleh Iskandar, resmi dibuka oleh Walikota Bogor, Diani Budiarto, bersama segenap jajaran direksi CSA Group pada Kamis (22/3/2012).

“Dengan peresmian cabang terbaru disini, kita berupaya untuk kembangkan potensi putra-putri Bogor. Salah satunya dengan jumlah karyawan yang 90 persen berasal dari warga sekitar Bogor,” ungkap Andy totong, Presiden Direktur Mitra 10

Selain itu, peresmian cabang terbaru ini sekaligus sebagai upaya ekspansi dari pihak Mitra 10 untuk mencapai target 40 gerai dalam 5 tahun ke depan.

“Karena kita melihat belakangan ini industri retail didominasi pihak asing. Jadi kita berusaha untuk menjadi perusahaan nasional terdepan,” lanjutnya, Seperti dilansir laman kotabogor.

Sementara itu Walikota Bogor, Diani Budiarto, menyebutkan bahwa pembukaan cabang terbaru ini dianggap sangat relevan dengan maraknya perkembangan bisnis property di Kota Bogor.

“Namun terkait keberadaan toko sejenis, saya harapkan ada pelayanan yang lebih baik diberikan oleh Mitra 10. Agar konsep one stop shopping bisa juga memberikan kenyamanan bagi pelanggan,” harapnya.

Diani mencontohkan beberapa kasus yang sering merugikan pelanggan yang harus dicermati pengelola Mitra 10 agar tidak terjadi hal serupa.

Mitra 10 adalah gerai building materials and home improvement berkonsep one stop shopping. Gerai Mitra 10 di Kota Bogor merupakan gerai ke-19 setelah sebelumnya sukses membuka cabang di 5 kota besar di Indonesia yaitu Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, dan Bali. S

Seremoni peresmian dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai, yang diyakini pengelola dapat menolak bala sekaligus mendatangkan rejeki. (c8/lik)

"Bagi bangsa Indonesia pandangan hidup itu dapat dipelajari dari khazanah adat, istiadat, kebiasaan-kebiasaan di dalam pelbagai kebudayaan daerah."
R. Parmono - Filsuf Indonesia