PT Basocup : Luncurkan Franchise Baso Keliling Kemasan Kertas

PT Basocup : Luncurkan Franchise Baso Keliling Kemasan Kertas

SURABAYA - PT. Basocup Foods kini telah luncurkan produk barunya bernama "BASOCUP". Basocup merupakan salah satu jenis kuliner Bakso yang dianggap memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan bakso-bakso lainnya.

Salah satu keunikannya yakni pada kemasan bakso yang disajikan dengan mangkok kertas sekali (cup) pakai habis langsung buang, ringkas, praktis, dan higienis.

Selain itu, mangkok (cup) bakso yang di design khusus oleh PT. Basocup Foods dijamin tidak akan mengecewakan pelanggan saat dikirim dan diterima dikhawatirkan dalam keadaan dingin, karena pada mangkok baso modern itu terdapat lapisan khusus agar baso tetap panas namun masih aman jika di pegang wadahnya tanpa khawatir ikut menjadi panas.

Disamping keunikan Basocup yang terdapat pada kemasannya, Director PT. Basocup, Albert Wibisono, mengatakan keunikan lainnya yakni pada tukang baso atau petugas deliverynya.

Setiap Mobile Crew atau tukang baso akan dibekali smartphone berteknologi GPS, fungsinya dengan dibekali bantuan smartphone dan software berbasis Google Maps yang di design khusus.

Dengan teknologi ini, maka keberadaan para tukang bakso dapat dipantau oleh kantor pusat serta mereka akan dapat diberitahu untuk mendatangi pelanggan yang sudah memesan baso cup lewat call center.

"Dengan memakai teknologi GPS, kami berusaha tidak akan mengecewakan pemesan atau pelanggan," ucapnya.

Sementara itu, mengenai jumlah armada yang diluncurkan oleh PT. Basocup Foods sementara berjumlah 20 armada unit sepeda motor.

"Sementara kita meluncurkan 20 armada serta untuk menempati titik-titik tempat strategis seperti di Wijaya Kusuma, Widya Mandala, dan tempat-tempat strategis lainnya," katanya kepada wartawan di House of Sampoerna Surabaya.

Produk yang ditawarkan oleh Basocup yakni baso halus, bakso kasar/urat, tahu baso, dan juga bakwan serta pangsit goreng. Mengenai harga basocup, harganya ialah Rp. 13.000 per paket isi 7 buah.

"Harga perbuahnya yakni Rp. 2000, sedangkan untuk harga satu paketnya berisi 7 buah yakni Rp. 13.000," tutur laki-laki yang pernah membidani kelahiran House Of Sampoerna ini.(adi)

"Suatu masyarakat paling primitif pun, misalnya di jantung Afrika sana, tak pernah duduk di bangku sekolah, tak pernah melihat kitab dalam hidupnya, tak kenal baca-tulis, masih dapat mencintai sastra, walau sastra lisan."
Magda Peters