IHCS: Pelindo III Raih The Best Human Capital Index 2011

IHCS: Pelindo III Raih The Best Human Capital Index 2011

Indonesian Human Capital Study (IHCS) mengukur tiga komponen Human Capital System meliputi pemenuhan kebutuhan management dalam penerapan Human Capital System di suatu perusahaan dengan indikator Human Capital Index (HCI)

SURABAYA - PT. Pelindo III (Persero) meraih Penghargaan di Bidang Pengembangan SDM; The Best Human Capital Index dan The Best Net Promotor Score 2011. Penghargaan yang diberikan dalam acara Apresiasi 2011, Indonesia Human Capital Study (IHCS) hasil kerjasama Konsultan Dunamis dan Majalah Business Review Jakarta tersebut.

Reward ini menyusul beberapa penghargaan yang diraih sebelumnya yakni di bidang Tata Kelola SDM sekaligus The Best for Chairman BUMN Non Listed Company dan beberapa penghargaan lainnya di Singapura pada tahun 2010 lalu.

Penghargaan tersebut dilatarbelakangi dengan studi paling komprehensif mengenai human capital, yang dilaksanakan oleh Dunamis Human Capital dan Majalah Business Review di tahun 2011 ini - Indonesian Human Capital Study (IHCS) terhadap perusahaan-perusahaan BUMN maupun swasta nasional di Indonesia.

Puncak apresiasi dan pengungkapan hasil studi mengenai human capital ini digelar hari 30 Juni 2011 di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pukul 08.00 dan berakhir pukul 18.15 WIB.

“Alhamdulillah, kami meraih The Best Human Capital Index, dan The Best Net Promotor Score untuk kategori Perusahaan Jasa Infrastuktur, Utilities, dan Industri Transportasi, “kata Direktur Personalia dan Umum PT. Pelindo III Surabaya, Dr. A. Edy Hidayat N., MM.

Artinya, bahwa perusahaan plat merah ini memiliki program kerja yang dinilai bagus untuk 3 (tiga) tahun terakhir (2008, 2009, 2010), dan 3 (tiga) tahun ke masa depan/termasuk tahun berjalan, yakni 2011, 2012, dan 2013 dengan indicator antara lain Revenue, Expense, Income, Human Capital Investment, Compensation Revenue Percentage, Executive Compensation compensation, Training development program and budgeting, dan lain-lain.

Dan, juga layak untuk dipromosikan kepada khalayak dengan skor yang lumayan besar, dengan pengertian mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk direkomendasikan sebagai perusahaan yang memiliki prospek masa depan cerah.

Menurut Dr. A. Edy Hidayat N., MM., bahwa Indonesian Human Capital Study (IHCS) mengukur tiga komponen Human Capital System meliputi pemenuhan kebutuhan management dalam penerapan Human Capital System di suatu perusahaan dengan indikator Human Capital Index (HCI).

Juga, pemenuhan kebutuhan karyawan dalam penerapan Human Capital System di suatu perusahaan dengan indikator Net Promoter Score (NPS). Dan, Human Capital Score (HC Score) serta mengukur bagaimana inisiatif-inisiatif (program kerja strategis) penerapan sistem Human Capital yang dimiliki oleh suatu perusahaan baik yang sudah, sedang dan akan dilakukan. Ketiga indicator tersebut, diadakan riset, dan diadakan penilaian.

“PT. Pelindo III mendapatkan 2 penghargaan sekaligus, The Best Human Capital Index dan The Best Net Promotor Score, menunjukkan kita berusaha dan merealisasikan, mencetak prestasi tanpa henti, mengimplementasikan program-program dengan pendekatan Human capital system, dan melibatkan persepsi postif karyawan terhadap kemajuan perusahaan, “tambah Dr. A. Edy Hidayat N., MM. Direktur Personalia dan Umum PT. Pelindo III, Surabaya.

Sebagai tambahan informasi, M Hamdani, Chief of Human Capital Solution Dunamis Human Capital melalui Asri Larasati, Corporate Communications Dunamis Human Capital Consultant saat membuka acara menyebutkan, "IHCS diselenggarakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan Human Capital System di suatu perusahaan dibandingkan terhadap rata-rata perusahaan dalam industrinya".

Hamdani menambahkan, "IHCS diharapkan akan menjadi tolak ukur (benchmarking) terhadap pendekatan, proses dan hasil dari penerapan Human Capital System di perusahaan-perusahaan di Indonesia, sehingga proses pembelajaran dan transformasi yang dilakukan dapat berjalan lebih cepat ke arah yang dicita-citakan".

Hamdani menambahkan,"Dari studi yang dilaksanakan tahun ini terdapat beberapa temuan menarik diantaranya dari sisi Human Capital Effectiveness yang menunjukkan bahwa besarnya kontribusi keterlibatan karyawan terhadap revenue perusahaan di semua industri menunjukkan trend yang cenderung meningkat. Untuk industri keuangan bahkan mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari tahun 2008 s.d. 2010.

Sementara itu dari sisi Human Capital Investment, studi menunjukkan hasil bahwa penyediaan akses oleh perusahaan ke program pelatihan/ training bagi para karyawan di industri infrastruktur, utilitas &
transportasi memiliki trend kenaikan yang paling signifikan terutama pada tahun 2008 dan 2009.

Dan deviasi Development Rate dari seluruh industri cenderung sudah semakin mengecil, yang artinya tidak ada salah satu industri yang dominan dalam memberikan akses kepada karyawannya untuk mendapatkan pelatihan.

“PT. Pelindo III dinilai punya komitmen tinggi terhadap Human Capital, tidak saja dari realisasi program strategis, melainkan juga perancangan program masa depan yang semakin mendudukkan SDM sebagai mitra strategis (strategic business partner), bukan sekedar departemen administrative, “kata Dr. A. Edy Hidayat N., MM. Direktur Personalia dan Umum.

Menurut Pak Dirpum, bahwa program SDM akan semakin dikembangkan baik untuk dalam maupun luar negeri. Bahkan, tahun 2011 ini akan diwisuda 60 orang Hasil Rekruitmen Khusus Putra Daerah dari Sampit, Kumai, Banjarmasin (Kalimantan) Benoa, Celukan Bawang (Bali), Kupang, Maumere, Bima, Lembar (NTT, NTB), dll, yang menempuh pendidikan Diploma 1 Angkutan Laut dan Kepelabuhanan bekerja sama dengan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Selain itu, tahun ini juga akan segera dilantik 237 PLS (Pelamar Lulus Seleksi) yang akan bergabung sebagai pegawai perusahaan dengan latar belakang S1, S2, dan DIII/DIV.

Dr. A. Edy Hidayat N., MM menambagkan ke depan pasca UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan PP No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan, era kita adalah standardisasi, sertifikasi, leadership management program, talent mapping, talent management, dan pemenuhan semua program berbasis kompetensi, sehingga SDM kita untuk semua lini – pelaksana, manajer muda, manajer madya, dan manajer utama, akan semakin maju, baik dari sisi pemenuhan kuantitas, dan utamanya kualitas.

"Kami memandang SDM bukanlah sumber biaya, melainkan asset yang sangat berharga, asset pengetahuan, kemampuan, dan perilaku, yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan, Kita tidak akan berdebat masalah regulasi, namun kita bertindak kongkret mempersiapkan SDM untuk menjawab tantangan semua regulasi, dan kompetensi adalah kuncinya, dan tekad kita adalah Insha Allah, akan terus mencetak prestasi." tuturnya

Pelindo III, lanjut Edi, mulai 2011 ini juga memperhitungkan Sistem Manajemen Kinerja Individu sebagai bagian dari pertimbangan Bonus Tahunan, bukti bahwa perusahaan semakin peduli terhadap sytem reward and punishment, sebagai bagian tidak terpisahkan dari implementasi Human Capital System.

“Penghargaan bukanlah tujuan perusahaan, dan hanya menjadi bukti bahwa upaya-upaya kita ternyata diakui sebagai prestasi. Kita akan pacu terus untuk lebih berprestasi ke depan“ pungkasnya.

Sementara itu, M. Lutfi Handayani - Ketua Panitia Penyelenggara 2011 IHCS sekaligus Pemimpin Redaksi Business Review menyebutkan, "2011 IHCS dilaksanakan pula untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun dan meningkatkan kinerja karyawan. Selain itu dalam event IHCS ini juga dilakukan launching Hari Kinerja Karyawan Nasional (HK2N) yang bertujuan untuk mendorong upaya peningkatan kinerja perusahaan melalui peningkatan kinerja karyawan".

"Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya."
Frischboten