Industri AMDK Mencapai 1000 Merk

Industri AMDK Mencapai 1000 Merk

JAKARTA : Maraknya produksi Air Minum Dalam Kemasan yang beredar di pasaran membuat  Perusahaan AMDK anggota Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) menggunakan laboratorium yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sesuai dengan aturan AMDK dan SNI.

Ketua Umum Pusat Informasi Produk Industri Makanan, Suroso Natakusuma, menyatakan ada perbedaan hasil pengujian laboratorium antara YLKI dengan laboratorium yang dipakai perusahaan AMDK.

“YLKI menggunakan hasil uji lab MIPA Universitas Indonesia yang belum terakreditasi sebagai lab penguji, hasil uji kelayakan minum AMDK dipengaruhi antara lain oleh metodologi, pengambilan sampel dan peralatan yang dipergunakan,” katanya seperti dilansir kominfo newsroom.

Berdasarkan standar SNI 01-3553-2006 maksimum angka lempeng total di pasar yakni 100.000 koloni/ml. Artinya bila suatu sampel pengujian laboratorium masih di bawah angka tersebut maka produk itu aman dikonsumsi. Parameter angka lempeng total adalah indikator kehigienisan AMDK dan bukan merupakan parameter bakteri pathogen yang membahayakan kesehatan.

Ketua Umum DPP ASPADIN, Hendro Baroeno mengatakan, setiap perusahaan AMDK wajib mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam SNI serta harus memiliki ijin edar (MD) yang dikeluarkan BPOM. Dikemukakan, ASPADIN adalah industri dengan tingkat pertumbuhan tertinggi. AMDK mulai ada di Indonesia sejak 1973 dengan kapasitas 6 juta liter per tahun. Di 2009 kapasitas produksinya diperkirakan mencapai 15 miliar liter per tahun.

Saat ini diperkirakan ada 500 industri AMDK, dengan 1.000 merk yang beredar. Namun dari 500 industri tersebut, baru sekitar 183 industri yang telah menjadi anggota ASPADIN. Di 2010 kapasitas produksi yang terjual mencapai 14,5 miliar liter.

Pemberitaan tersebut juga mengakibatkan penurunan penjualan ditingkat regional seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. “Penurunan sudah melebihi 30 persen (merk yang dikenal) ditiap-tiap provinsi,” kata Hendro.(juliyah)

"Kholifah tidak memiliki kekuasaan atau kedudukan apapun, kecuali sebagai figur seremonial saja."
Mustafa Kemal Atatürk