Gubernur BI : Kenaikan BBM Akan Berdampak Pada Laju Inflasi

BI  memproyeksikan target inflasi tahun 2012 juga akan ikut naik hingga malampaui angka 5,5 persen jika kenaikan harga BBM subsidi melampaui Rp1.000 per liter

JAKARTA - Harga minyak dunia yang kian melambung membuat pemerintah berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi

Menanggapi hal tersebut, Gubernur BI Darmin Nasution menilai rencana pemerintah tersebut sebagai langkah yang tepat.

"Sudah saatnya pemerintah menaikkan harga BBM untuk meminimalisir beban APBN. Selain itu, kebijakan tersebut juga akan memberikan pengaruh kepada neraca pembayaran" ujar Darmin Nasution saat menghadiri  Seminar “Indonesian Economic Policy in a Challenging Global Economy” di Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta, Kamis (23/2).

"Kalau nggak dilakukan, kenaikan  harga  nantinya bisa lebih menyulitkan pemerintah. Jadi itu memang perlu dinaikkan, dan nanti masyarakat harus bisa mulai berhemat. (Jika harga BBM tidak dinaikkan) Neraca pembayaran akan kesulitan, dan mulai pertengahan tahun lalu neraca migas kita mulai timpang, sehingga total ekspor dan impor migas kita secara keseluruhan sudah mulai lebih besar impornya, sehingga transaksi berjalan defisit" imbuhnya, Seperti dilansir laman Depkeu.

Selain itu, pihaknya juga telah memproyeksikan dampak kenaikan harga BBM tersebut terhadap laju inflasi. BI  memproyeksikan target inflasi tahun 2012 juga akan ikut naik hingga malampaui angka 5,5 persen jika kenaikan harga BBM subsidi melampaui Rp1.000 per liter.

"Tentu ada dampak inflasi jika nantinya  ada kenaikan harga BBM subsidi. Hanya, tergantung naiknya antara Rp500 sampai Rp1.500 per liter. Jika kenaikan (harga) BBM terjadi, maka inflasi akan bergerak sampai ke atas lima persen. Kalau sampai naik Rp1.000 lebih, maka inflasi bisa diatas 5,5 persen. Itu memang sudah dampaknya," kata Darmin. (c8/lik)

"Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya."
Frischboten