Bikin Gerah Berjam-jam, Inaportnet Nyaris Ngedrop

Surabaya – Inaportnet yang dikabarkan sebagai portal elektronis yang memfasilitasi pertukaran data dan informasi layanan kepelabuhanan secara cepat, aman, netral dan mudah, nyaris tak berdaya.

Kelumpuhan layanan yang diklaim terintegrasi dengan instansi pemerintah terkait, badan usaha pelabuhan serta pelaku industri logistik untuk meningkatkan daya saing komunitas logistik Indonesia tersebut, sempat drop hingga berjam-jam.

“Memang ada sedikit gangguan (inaportnet, red). Untuk pusat data simlala sudah bisa diakses, tapi untuk masuk ke inaport masih gagal,” tukas Kepala Bidang Lalulintas dan Angkutan Laut, Operasi dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Hery Suryono menirukan jawaban komunikasi dengan pihak teknisi pusat, Selasa (16/1/2018) malam.

Hery mengakui, sistem Inaportnet yang mengalami gagguan tersebut berakibat pada hambatan dalam pelayanan. Namun demikian, kata Hery, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan tim teknis di Jakarta yang kini tengah melakukan perbaikan.

“Kami, di UPT juga masih minta arahan dari kantor pusat terkait pelayanan ke pengguna jasa,” kilahnya saat dikonfirmasi wartawan via unggahan pesan WhatsApp (WA).

Menurut Hery, arahan yang disampaikan tersebut untuk menjembatani upaya lain diluar model pelayanan yang telah tersistem di Inaportnet. Selain menunggu, pihaknya tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan dalam melakukan tindakan sebelum ada petunjuk dari pusat. 

“Alhamdulillah.. pelayanan sudah berjalan normal. Sistem sudah up beberapa jam lalu. Sehingga pelayanan SPB (surat persetujuan berlayar, red) juga sudah berjalan baik,” sambung Agus Monang, Kepala Seksi (Kasi) Tertib Berlayar Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya terpisah.

Sebelumnya, terkait leletnya sistem Inaportnet, beberapa anggota agensi pengurusan dokumen kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mulai gundah-gulana.

Keresahan yang dipicu hambatan kelancaran pelayanan Inaportnet tersebut berujung keluh hingga pertanyaan besar seputar kecanggihan sistem IT yang dibackup Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI Nomor PM 157 Tahun 2015 Tentang Penerapan Inaportnet Untuk Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan, tertanggal 13 Oktober 2015 tersebut. 

“Praktis, semua kegiatan kami jadi lambat, karena terimbas mandeknya pelayanan inaportnet,” ujar seorang anggota agensi pengurusan dokumen kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang enggan ditulis namanya.

Pengurus dokumen kapal yang akrab disebut Dinas Luar (Dislu) ini pun sempat mengungkap kekesalannya dengan pelayanan kepelabuhanan berplatform IT tersebut. Kegerahan para Dislu ini cukup beralasan dengan mandeknya pelayanan Inaportnet.  

“Mana? Yang katanya lebih mudah dan berbasis teknologi informasi, tapi kenyataannya begini,” katanya.

Dari pantauan, pelayanan yang diklaim mutakhir tersebut sempat lebih dari 3 jam tak bisa diakses dengan lancar. Tersendatnya sistem IT yang disematkan di Inaportnet tersebut diduga bisa menyebabkan matinya pergerakan kapal untuk mendapatkan Surat Persetujuan Olah Gerak Kapal (SPOGK) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Kalau tidak segera membaik dan terus-terusan seperti ini, ujung-ujungnya biaya akan membengkak,” cetus Dislu lainnya.

Sekadar mengingatkan, Inaportnet yang diselenggarakan dan dilaksanakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) dan mulai berlaku pada 13 Januari 2016 atau tiga bulan sejak diundangkan, merupakan pelayanan kapal dan barang.

Pelayanan ini meliputi kapal masuk, kapal pindah, kapal keluar, perpanjangan tambat dan pembatalan pelayanan.

Pengguna Inaportnet adalah instansi pemerintah dan badan usaha pelabuhan serta pelaku industri logistik di Indonesia yang memanfaatkan jasa kepelabuhanan seperti, shipping lines/agents, freight forwarder, Container Freight Station (CFS), Custom brokerage/PPJK, importir dan eksportir, depo container, warehouse, serta inland transportation (truk, kereta api dan tongkang).

Inaportnet ini diciptakan dengan karakteristik berbasis web dan selalu dapat diakses dimana saja dan kapan saja serta mudah digunakan juga aman.

Bahkan, pertukaran data dan informasi, di Inaportnet sangat dijamin kerahasiaannya. Sistem Inaportnet juga dapat menyesuaikan dengan kondisi pengguna dan tidak memihak. Sistemnya pun hanya memberikan akses sesuai dengan tingkat kepentingan pengguna.

Sistem tersebut hanya mengotomasi/streamline bisnis proses yang ada (sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku) dan Inaportnet adalah sebuah layanan terintegrasi.(sa/ruu/ms)