Berusaha Melawan Petugas, Kapten Perampokan Di SPBU Daan Mogot Jakarta Tewas Tertembak

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho bersama anggota saat menunjukkan barang bukti yang disita.

Wartapedia, Surabaya. Tiga orang pelaku perampokan yang beraksi di SPBU Jalan Raya Daan Mogot Jakarta Barat, 9 Juni 2017 lalu, berhasil diringkus 10 personil Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan 5 personil Ditreskrimum Polda Jatim. Dari ketiga pelaku terpaksa harus meregang nyawa lantaran melawan pada saat dilakukan penangkapan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera mengatakan, ketiga pelaku ditangkap di sebuah rumah di Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin, 19 Juni 2017 pukul 13.30 WIB. Ketiga orang pelaku tersebut antara lain SFL (ditembak mati) dan NZR asal Lampung dan RCL asal Jakarta. SFL sendiri merupakan pelaku yang menembak korban, Davidson Tantono hingga tewas.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan, komplotan perampok ini tergolong elit dan berjumlah sekitar 11 orang. Dalam aksinya di SPBU Daan Mogot, SFL adalah Kapten perampokan yang menembak mati korban, NZR adalah penghalau apabila korban mengejar, sedangkan SCR penyedia tempat selama mereka beraksi di Jabodetabek.

“Setelah kami interogasi, SFL mengaku bahwa memang dirinya lah yang melakukan penembakan terhadap korban Davidson Tantono hingga tewas dibagian pelipis kepala sebelah kanan,” kata Rudy, Selasa, (20/06/17).

Sayangnya pada saat penggerebekan, petugas tidak menemukan senjata api yang digunakan oleh SFL pada saat merampok dan menembak Davidson Tantono. Dia berkilah bahwa sejata tersebut telah dibuangnya di By Pass Porong, Sidoarjo. Untuk menemukan senjata api tersebut, ketiganya pun di keler ke lokasi pembuangan yang di maksud.

“Nah, pada saat proses pencarian senpi di Bypass Sidoarjo-Porong, SFL justru berbelit belit. Bahkan, dia berusaha merampas senjata anggota kami. Atas dasar itulah, SFL diberikan tembakan sebanyak dua kali. Namun sayang, pelaku SFL nyawanya tidak tertolong pada saat perjalanan menuju ke rumah sakit, (Selasa, 20 Juni 2017) sekitar pukul 02.30 WIB,” terang Rudy.

Dari hasil penangkapan itu sendiri, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp. 6 Juta, 3 unit HP Samsung, 3 HP Nokia serta jaket SFL yang digunakan saat melakukan aksi perampokan terhadap Davidson Tantono. Sementara NZR dan RCL di bawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani proses selanjutnya. Total pelaku yang tertangkap 7 orang, dan 4 lainnya masih dalam perburuan.(bak/asb)