Bertekad Perjuangkan Nasib Buruh dan Pekerja, La Nyalla Bentuk LBP Pemuda Pancasila

Surabaya – Guna memperjuangkan nasib Buruh yang ada, Pemuda Pancasila akhirnya membentuk LBP – PP (Lembaga Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila) Jawa Timur. Ari Hafidz Azhari S.Ag yang ditunjuk oleh Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti untuk memimpin dan mengelola LBP-PP

Ari Hafidz Azhari S.Ag selaku ketua LBP PP mengatakan bahwa LBP-PP akan memperjuangkan nasib buruh yang selama ini selalu tertindas oleh perusahaan.

“Kami akan merangkul buruh yang selama ini ditindas oleh perusahaan terutama di Jawa Timur. Hal ini sudah lama menjadi agenda pokok kerja kami” kata Hafidz. Senin, (3/9) di ruang kerjanya.

Lelaki ini juga maju dalam caleg Partai Bulan Bintang (PBB) menambahkan bahwa dirinya ingin menjadi manusia yang bermanfaat pada kehidupan para buruh dan petani.

”Harapan saya jika nanti saya terpilih DPR RI 2019, saya ingin bermanfaat pada kehidupan para Buruh dan Petani” ujarnya.

Dilain pihak Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti Ketua Kadin dan Ormas PP di Jawa Timur yang menjadi poros pendorong LBP – PP mengatakan bahwa kita membentuk organisasi buruh ini karena miris melihat nasib para buruh yang selalu di intimidasi bahkan dipekerjakan tidak sesuai aturan, bahkan tidak di manusiakan oleh perusahaannya.

“Padahal mereka ini bagian penting dari perusahaan, seharusnya Buruh lebih diperhatikan dan di sejahterakan kehidupannya dalam ekonominya juga harus layak.” tutur La Nyala saat ditemui awak media di kantornya.

La Nyalla menambahkan bahwa buruh yang selama ini selalu ditindas oleh perusahaan dan pimpinan perusahaan. Kita sudah bentuk dan membuat program terkait perlindungan buruh yaitu LBP – PP.

“Lembaga ini sengaja kita bentuk fokus dan peduli dengan Buruh atau pegawai, yang selama ini ditindas oleh perusahaan. Sebetulnya program ini sudah lama kita pikirkan, tapi kan kita butuh orang-orang yang loyal dan bekerja sama sesuai visi dan misi LBP- PP.” tambahnya.

Sebelumnya La Nyalla telah bertemu dan bersosialisasi dengan para petani. Dan, saat ini buruh merupakan kajian dari Kadin Jatim dalam upaya pemerataan ekonomi dan kesejahteraan, khususnya kepada Petani dan Buruh se-Jawa Timur.

”Insya Allah melalui LBP-PP ini para buruh bisa diperjuangkan nasibnya. Kita ingin pemerataan ekonomi di kalangan para buruh ini ” Jelas La Nyalla.

Sedangkan Ari Hafidz Azhari S.Ag selaku ketua umum LBP – PP menambahkan bahwa organisasi yg dibentuk oleh Pemuda Pancasila ini nantinya bisa melaksanakan program program kerja La Nyalla.

”Kami hanya ingin mewujudkan cita cita program kerja bapak La Nyalla, karena selama ini beliau selalu tekankan agar peduli dan fokus pada petani dan buruh, program ini sebetulnya sudah lama namun kita kan harus seleksi orang yang akan kita ajak kerjasama dalam program sosial ini.” Jelas Ari Hafidz Azhari S.Ag.

Berikut program LBP-PP buruh kedepannya:

1. Menyiapkan tenaga atau SDM yang siap kerja melalui pelatihan dan kerja sama dengan badan-badan pelatihan yang sesuai kebutuhan pasar

2. Meyiapkan tempat tinggal layak dan murah di wilayah mereka kerja. Agar dengan gaji yang mereka terima cukup dan mampu mereka manabung lewat koperasi buruh LBP PP

3. Melindungi Buruh dan Pekerja dari segala hal yang membuat buruh dan pekerja ditindas atau dirampas Haknya, sebagai buruh mereka kita lindungi dari lingkungan kerja atau ditempat mereka bekerja.

4. La Nyalla Mahmud Mattaliti sangat Care pada rakyat kecil yang mana sering di jadikan tempat berpijaknya keangkuhan para pemilik modal dan oknum-oknum serikat nakal.

Ari Hafidz Azhari juga menambahkan bahwa diharapkan keberadaan LBP-PP ini menjadi sarana untuk kami terutama La Nyalla Mahmud Mattaliti, agar berbuat baik pada orang banyak, serta hidup ini berarti,

“Saya tahu betul beliau sangatlah istiqomah dalam beribadah dan sangat dermawan, La Nyalla Mahmud Mattaliti. Beliau saya kenal sejak 15 tahun lalu. Setiap tahun mengeluarkan zakat berupa uang dan beras serta pakian kepada fakir miskin, yatim piatu dan orang yang membutuhkan. Dimanapun beliau menjadi pemimpin selalu ada hal baik bangunan fisik maupun sarana yang beliau bangun sebagai bukti bahwa beliau ingin Bermakna Bagi Sesama” Tutupnya. (son)