Bertarif Satu Juta Sekali Kencan, Mantan SPG ini Rela Begituan

AKP Ruth Yeni (kiri) dan Kompol Lily Dja'far (kanan) saat merilis hasil ungkap prostitusi online.

Wartapedia, Surabaya. Jika pada umumnya seorang wanita yang terlibat dalam praktik prostitusi mengaku karena terhimpit oleh kebutuhan, maka tidak dengan gadis yang satu ini. Sebut Dahlia, gadis 20 tahun asal Bojonegoro ini rela menjajakan diri demi senang-senang.

Hal tersebut terungkap setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal (PPA Satreskrim) Polrestabes Surabaya mengungkap bisnis lendir yang memanfaatkan sosial media. Dari ungkap kasus ini, petugas menangkap seorang mucikari bernama Rahman.

Pria 27 tahun asal Tanah Merah, Bangkalan, Madura itu, memanfaatkan group situs jejaring sosial Facebook bernama Lendir Surabaya. Dalam praktiknya, Rahman menjajakan Dahlia dengan tarif yang cukup menggiurkan, yakni Rp. 1 juta per sekali kencan.

Kepala Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan, tarif sebesar itu, bukan lah dari inisiatif dari pelaku. Melainkan sesuai dengan permintaan korban, yang dalam hal ini Dahlia. Kepada pelaku Rahman, Dahlia cukup memberikan imbalan seikhlasnya.

“Dari hasil lidik yang kita kembangkan dari informasi tersebut, kita mendapati melalui jaringan medsos, kita akuratkan melalui penyidikan yang sudah kita lalui. Akhirnya kita melakukan upaya paksa dengan melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang berprofesi sebagai makelar atau germo,” Ruth Yeni, Jumat (25/08).

Korban Dahlia (bukan nama asli) sesaat setelah di gerebek Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Ruth Yeni menuturkan, postingan yang dilakukan oleh Rahman adalah dengan mengunggah postingan yang semacam promosi, bahwa dirinya sanggup menyediakan perempuan dengan tarif tertentu. Kemudian oleh para lelaki hidung belang yang sanggup membayar melanjutkan dengan sebuah kesepakatan.

Setelah mendapatkan kesepakatan baik dari tarif maupun tempat kencan, maka Rahman mengantarkan Dahlia kepada calon pelanggan yang sudah menunggu di sebuah hotel. Dalam kasus ini, Rahman ditangkap Rabu malam, 23 Agustus 2017 sesaat setelah mengantarkan Dahlia.

Dari hasil penyidikan, Rahman sebenarnya memiliki kenalan wanita pemuas birahi namun tidak secara terorganisir. Apabila ada pelanggan yang butuh wanita penghibur itu, maka dia akan segera melakukan negosiasi dan bila sudah deal, maka dia juga yang mengantarkan wanita penghibur itu.

Sementara itu, Dahlia sendiri kepada petugas mengaku, dirinya membutuhkan uang hanya sekedar untuk bersenang-senang. Dengan cara menjajakan diri ini lah, dia menilai bahwa uang cukup mudah untuk didapatkan, tanpa harus bersusah payah.

Dahlia juga mengaku bahwa dia sebenarnya sudah 10 tahun berada di Surabaya. Sebelumnya, dia menekuni pekerjaan sebagai Sales Promotion Girls (SPG). Namun saat mengenal Rahman dan ditawari pekerjaan untuk menjadi wanita panggilan (freelance) dengan hasil menggiurkan, dia pun tak menolaknya.

Dengan menyita barang bukti berupa 1 Bill Hotel, 1 HP merk Samsung silver, dan uang tunai Rp. 500 ribu, petugas menjerat Rahman dengan Pasal 506 KUHP dan Pasal 2 UU No. 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Oleh : Achmad Syaiful Bahri