Bertarif Rp. 5 Juta Sekali Main, Pria ini Tawarkan Istri Lewat Facebook

Surabaya – Perbuatan bejat seorang suami istrinya kembali di ungkap Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dalam ungkap kasus ini, seorang pelaku bernama Dudang Sudiana ditangkap.

Pria 37 tahun asal Bandung, Jawa Barat itu, ditangkap lantaran menjual istri kepada lelaki hidung belang.

Parahnya, dalam perbuatan cabul ini, Dudang juga turut bermain dengan bersedia melayani hubungan seks secara three some.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni saat didampingi Kasubbag Humas, Kompol Lily Dja’far mengatakan, Dudang menawarkan istrinya kepada pria hidung melalui situs jejaring sosial Facebook.

“Tersangka dan korban adalah suami istri sah, pelaku suami menawarkan istrinya melalui sosmed (sosial media, red) untuk bisa diajak berhubungan badan layaknya suami istri,” kata Ruth Yeni, Selasa, (20/02).

Dalam layanan seks yang dilakukan oleh Dudang ini, dirinya memasang tarif sebesar Rp. 5 juta untuk sekali main.

Yang lebih mencengangkan lagi dalam kasus cabul tersebut, Dudang bersedia memberikan permainan seksual secara Swinger, Three Some dan permainan seksual satu pasang.

Lebih lanjut Ruth Yeni mengungkapkan, pada waktu kejadian, yakni pada saat terungkap oleh kepolisian, Dudang telah menerima booking dari seorang tamu laki-laki di Surabaya dengan kesepakatan tarif sebesar Rp. 2 juta.

Dudang bersepakat akan melakukan permainan seksual secara Three Some yang akan dilakukan di sebuah hotel Jl. Jemursari, Surabaya, dengan menyewa 2 (dua) kamar.

“Mirisnya, satu kamar yang di sewa akan dipergunakan oleh tersangka, untuk dua orang anaknya yang masih kecil. Sedangkan satu kamar akan dipergunakan untuk tempat melayani tamu yang membooking,” tandas Ruth Yeni.

Dalam ungkap kasus ini, petugas menyita barang bukti berupa   Bill Hotel dan ID Card (kunci kamar hotel), uang tunai untuk uang muka sebesar Rp. 300 ribu, dan satu unit HP merek Lenovo warna hitam.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Dudang kini terpaksa harus meringkuk didalam tahanan dan di jerat dengan Pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP.(asb)