Bertarif Rp. 1,6 Juta, Pria Asal Bangkalan ini Ajak Siswi SMP Kelas IX Main Trheesome

Pelaku Mutamtam, (29) setelah ditangkap Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Surabaya – Praktik prostitusi yang memanfaatkan situs jejaring sosial Facebook kembali diungkap Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dalam ungkap kasus ini, seorang pria bernama Mutamtam, (29) ditetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan yang dilakukan Unit PPA ini, bermula dari hasil pemantauan petugas yang berpatroli di dunia maya. Dari patroli ini kemudian petugas menyelidiki pria asal Desa Janglor I RT 03/01 Lajing Kecamatan Arosbaya, Bangkalan tersebut.

Awalnya korban, sebut saja Nana, warga Jalan Banyu Urip Jaya Surabaya, siswi kelas IX disebuah sekolah SMP di Surabaya membuat sebuah posting status di di Facebook dengan menyertakan nomor teleponnya. Lalu nomor telepon tersebut dihubungi oleh Mutamtam.

“Setelah berhasil melakukan kontak dan chatting dengan korban, tersangka mengajak korban untuk check in dan menawarkan 4 temannya untuk berhubungan intim dengan korban,” ujar Kanit PPA, AKP Ruth Yeni, Sabtu, (25/03).

Namun tawaran Mutamtam ditolak oleh Nana. Nana hanya mau bersepakat untuk bisa melayani hubungan seks secara threesome. yakni Nana, Mutamtam dan seorang saksi. Ketiganya pun sepakat untuk bermain disebuah hotel di Surabaya.

Nana selanjutnya di jemput oleh Mutamtam di Jalan Diponegoro, Surabaya sekitar pukul 16.00 WIB, untuk selanjutnya menuju ke hotel dengan dibonceng menggunakan motor. Nana dan Mutamtam bertemu dengan saksi di lobby hotel, dan masuk ke kamar 715 di lantai 7.

Pada saat digerebek di TKP (Tempat Kejadian Perkara) Nana, Mutamtam dan saksi sedang dalam keadaan telanjang bulat serta berada di tempat tidur. Nana mengaku telah melakukan kegiatan layanan seksual secara online sebanyak 4 kali dengan germo yang berbeda.

“Tersangka menentukan tarif sebesar Rp. 1,6 juta dari tamu dengan pembagian masing-masing mendapatkan Rp. 800 ribu dari setiap layanan short time dan tidak termasuk biaya booking hotel,” terang Ruth Yeni.

Alhasil, dari pengungkapan kasus esek-esek online ini, petugas menyita barang bukti berupa Bill hotel, uang tunai Rp. 1,6 juta, HP Samsung, dan sepeda motor Vario warna putih dengan nomor polisi M6324J. atas kasus ini petugas menerapkan Pasal 2 dan Pasal 17 UU No 21 Tahun 2007 dan atau Pasal 296 KUHP.(asb)