Berdalih Butuh Uang, Rani Nekat Jadi Kurir Sabu

Surabaya – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan atas perkara narkotika jenis sabu dengan terdakwa Rani Suryantari als Rani binti Suryantoro warga Jl.Gresik PPI Los 23 Surabaya, Senin, (06/8)

Persidangan yang digelar diruang sidang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Dedy Fardiman dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sumanto. SH.

Dalam persidangan, oleh jaksa terdakwa didakwa telah bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyalagunaan narkoba.

Dalam dakwaannya, jaksa menyebutkan bahwa terdakwa Rani pada Senen 16 April 2018 menerima telpon dari temanya yang meminta untuk dicarikan shabu sebanyak (1) satu gram.

Setelah telpon ia mendatangi terdakwa di rumahnya dan menyerahkan uang sebesar Rp 1,150,000 (satu juta seratus lima puluh ribu rupiah) dan diterima oleh terdakwa, setelah teman terdakwa pulang terdakwa kemudian pergi menemui Imron (DPO) untuk membeli shabu.

Setelah mendapatkan (1) satu bungkus shabu seberat 1,02 gram, terdakwa segera kembali pulang kerumah untuk menemui temannya yang memesan shabu tersebut.

Namun nahas, ketika terdakwa hendak menyerahkan shabu kepada temannya, ia ditangkap oleh saksi Hari Fitrianto dengan Andrik Dwi Irwanto yang keduanya adalah anggota Polisi dari Diresnarkoba Polda Jatim.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa (1) satu bungkus shabu dengan berat kotor 1,02 gram pada genggaman tangan kanan terdakwa.

Atas perbuatan terdakwa yang dianggap tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba, JPU menjerat terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam perkara ini terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Sandhy Krisna, SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak masih belum menunjukan sikap pembelaannya namun hanya menanggapi dakwaan jaksa untuk dipelajari guna untuk dijadikan pertimbangan dalam pembelaannya dalam persidangan mendatang. (son)