Beraksi di Surabaya, Begini Cara Perampok Asal Madura Habisi Nyawa Korban

Proses rekonstruksi, pelaku FZ saat menghabisi nyawa korban.

Wartapedia, Surabaya. Setelah berhasil menangkap dua orang pelaku perampokan yang berujung pada meninggalnya korban, Satreskrim Polrestabes Surabaya menggelar reka ulang (rekonstruksi). Dalam peristiwa perampokan yang terjadi Jumat, 12 Mei 2017 lalu itu, menewaskan korban, Go Hong alias Awen (42) pemilik toko Kelontong di Jalan Kapas Krampung, Surabaya.

Guna melengkapi berkas, Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan rekonstruksi yang diperankan secara langsung oleh dua orang pelaku yang terlibat langsung dalam aksi perampokan itu. Mereka adalah Sai­ful Arifin alias Sip­ul (31) dan Dahruji alias Cong Muji (30). Sementara dua orang pelaku lain, FZ dan WP yang masih dalam buruan, diperankan oleh orang lain.

Sebelum akhirnya rekonstruksi di gelar di depan toko Kelontong Bintang Rejeki milik Awen, terlebih dahulu petugas menggelar rekonstruksi awal, yakni di Depo Ker­eta Api, Jalan Tenggu­mung Baru Selatan, tepatnya di arena per­mainan burung merpat­i. Disana para pelaku hanya memerankan satu adegan, yakni perencanaan aksi perampokan yang di inisiatif oleh FZ.

“Di lokasi itu, keemp­at pelaku hanya mela­kukan satu adegan ya­kni merencanakan per­ampokan, pembagian hingga menentukan wak­tu beraksi,” ujar Kanit Tipidter Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Sukris Trihartono, Selasa (15/08).

Kemudian para pelaku di bawa ke toko Bintang Rejeki Jalan Kapas Krampung untuk melakukan rekonstruksi selanjutnya. Yakni Tempat Kejadian Perkara (TKP), lokasi dimana para pelaku melancarkan aksinya. Dari adegan yang dilakukan oleh keempat pelaku, terlihat jelas bagaimana para pelaku menghabisi nyawa korban sesaat setelah merampas tas berisi uang Rp. 50 juta.

Adegan pertama, saat para pelaku tiba di lokasi, dan melihat korban Lely (istri Awen) menenteng tas berisi uang Rp. 50 juta, tersangka Cong Muji langsung turun dan merampas tas tersebut sambil mengancam menggunakan parang sudah dipersiapkan. Tak lama kemudian FZ ikut turun menyusul aksi Cong Muji yang juga mengancam menggunakan parang.

Awen yang melihat kejadian aksi kedua pelaku tersebut, berusaha menolong istrinya. Namun sayang, Awen melawan para pelaku sehingga terjadi duel antara Awen dengan FZ. Pada saat perlawanan dilakukan Awen inilah kemudian FZ menyabetnya dengan parang yang dibawanya dan mengenai ketiak kanan bagian bawah. Seketika itu pula Awen terkapar bersimbah.

Terlihat jelas dalam rekonstruksi, FZ membacok Awen pada adegan ke delapan. Setelah berhasil melumpuhkan korban, FZ bersama 3 temannya langsung kabur ke arah Suramadu. Sayangnya, gelar rekonstruksi oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya ini, tidak ada satu pun orang dari keluarga korban untuk menyaksikan. Hanya satu orang pekerja yang juga saksi atas kejadian itu saja yang ada.

“Dalam rekonstruksi ini kami mencoba men­ggali fakta-fakta ba­ru. Namun sejauh ini apa yang disampaikan pelaku sudah sesuai dengan hasil rekon­struksi tersebut,”  terang Sukris.

Dari rangkaian rekon­truksi tersebut, pol­isi berhasil menyimp­ulkan siapa eksekutor perampokan. Diketa­hui, Darhuji alias Cong Muji dan FZ (DPO) yang sebagai eksek­utornya.  Sedangkan inisiatorn­ya adalah FZ. Dialah yang merencanakan dan menentukan waktu perampokan itu. Rek­onstruksi sesuai den­gan BAP. Saat ini petugas melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lain, yakni FZ dan WP.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri