Bejat, Pengurus Yayasan Ini Tega Cabuli 6 Anak Asuhnya Sendiri

Wartapedia, Surabaya. Perbuatan bejat dengan mencabuli anak usia di bawah umur kembali di ungkap Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya. Parahnya, dalam perkara ini, pelaku bernama Al Yuda tersebut, merupakan pengurus panti asuhan Cinta Kasih Ibu Teresa yang beralamat di Jalan Ngagel Jaya Tengah, Surabaya. Predikatnya sebagai pengurus pun disalahgunakan untuk memenuhi hawa nafsunya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, terungkapnya perbuatan cabul yang dilakukan oleh Yuda berawal dari laporan internal yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa yang menginformasikan tentang adanya perbuatan cabul yang terjadi di panti asuhan tersebut. Atas dasar laporan itulah, Unit PPA kemudian melakukan penyelidikan, sehingga kasus terungkap.

Untuk melancarkan aksinya, Yuda memperdaya korban yang berjumlah 6 orang ini dengan pendekatan secara psikologis. Tugas untuk mengantarkan para korban ke sekolah, dimanfaatkannya dengan segala bujuk rayu, sehingga para korban mau disetubuhi. Dalam menyetubuhi para korban, Yuda melakukannya di sejumlah tempat, termasuk kost tempat dia tinggal.

“Ini diawali dari adanya laporan dari masyarakat, bahwa di salah satu panti atau yayasan yang menampung anak yatim piatu ini, terjadi praktik pencabulan maupun persetubuhan terhadap anak anak panti yang dilakukan oleh karyawan panti tersebut. Ini kita menindaklanjuti, dan benar terbukti tersangka AL yang melakukan persetubuhan atau pencabulan terhadap anak panti,” kata Leo, Jumat (04/08).

Adapun cara dia, lanjut Leo, yaitu karena dia memang sudah cukup lama bekerja di panti itu dan mengenal lama anak-anak tersebut dari kecil. Dia melakukan pendekatan dengan secara psikologis, dengan bermain, di antar ke sekolah dan lain sebagainya. Kemudian dengan hal tersebut dia dengan mudahnya melakukan pencabulan maupun persetubuhan.

“Perbuatan pelaku yang memang sudah di percaya oleh anak-anak ini, dan sehari hari sudah di kenal sehingga mudah untuk memperdayainya. Jadi yang sudah lapor ke kita, dan data yang sudah kita himpun semua ada 6 orang. Yang disetubuhi 2 orang, dan 4 orang dicabuli. Sedangkan masih ada lagi korban yang ada di cabang yayasan di Batu, Malang.

“Dia seminggu datang dua kali ke sana, dan di sana juga memang ada korban yang juga dicabuli. Korban yang disetubuhi 16-17 tahun, sedangkan yang dicabuli anak-anak 9 tahun sampai 14 tahun. Dari pemeriksaan kita tidak ada ancaman, yang ada dia dengan merayu, dengan pendekatan, itu bagian dari tipu muslihat dia,” tandas Leo.

Dia memperdaya para korban, sehingga korban mau di ajak jalan dan berhubungan badan di hotel-hotel yang ada di Surabaya. Hotel-hotel tersebut yang pernah dijadikan tempat untuk mencabuli dan meniduri para korbannya antara lain, Hotel Zest, Fave, Luminor, Santika dan Marriot. Perbuatannya Ini sudah terjadi kurang lebih 2 tahun, yakni dari tahun 2015.(asb)