Bangun Sinergitas, PULDAPII Gelar Muktamar Perdana Di Surabaya

Wartapedia, Surabaya. Lahir dari sebuah rasa kepedulian terhadap dunia pendidikan di Indonesia yang sebenarnya memprihatinkan, sejumlah lembaga dakwah dan yayasan pendidikan membentuk suatu wadah yang dinamakan PULDAPII (Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia).

Resmi dibentuknya PULDAPII itu sendiri ditandai dengan dibukanya muktamar, Sabtu, 08 Juli 2017 pukul 09.00 WIB di Gedung Hall Zaitun Asrama Haji Sukolilo Jl. Manyar Kertoadi No. 06 Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya, dengan tema Merangkai Potensi Menggapai Obsesi untuk Optimalisasi Kontribusi bagi NKRI.

Para tamu undangan yang hadir antara lain, Ketua MPR RI, Dr. (H.C) Zulkifli Hasan, Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Hakim S, Duta Besar Negara Arab Saudi, Osama Mohammed Al-Shubi, Ketua Dewan Pembina PULDAPII, Ustadz Yusuf Ustman Baisa, Danrem 084/BJ Kolonel Dennya Herman, WAkasat Binmas Polrestabes Surabaya Kompol Suryani, Yayasan Pendidikan Islam dan Pesantren se Indonseia.

Dengan penanggung jawab Basuni Iskandar S. Ag, acara muktamar yang diikuti oleh sekitar 400 peserta. Adapun rangkaian kegiatan dalam acara muktamar itu, sekitar Pukul 08.00 WIB kegiatan Pembukaan diawali dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sekitar pukul 09.00 Wib kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan latar belakang lahirnya  PULDAPII yaitu, berawal dari kepedulian yang tinggi dari beberapa pimpinan Yayasan Islam dan Pesantren terhadap kondisi Pendidikan rakyat Indonesia umumnya dan lembaga pendidikan Islam khususnya maka muncul gagasan untuk mensinergikan berbagai potensi untuk membangun bangsa Indonesia.

Sinergi Mutualistik terlahir dalam bentuk suatu lembaga Pemersatu bertitel ‘Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia. PULDAPII telah mendapatkan SK Menkumham RI nomor AHU- 0001378.AH.01.07 pada tahun 2015 dan pada tanggal 28-29 Oktober 2015 telah diresmikan oleh Ketua DPR RI, Drs. Setya Novanto Ak, serta dilanjutkan pengarahan langsung dari Ketua MPR RI, Dr. (H.C) Zulkifli Hasan.

PULDAPII secara Konsepsional dan praktikal terbagi dalam  6 aspek, yakni Dakwah, Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Hukum, dan Komunikasi Informasi. Sehingga dalam mendukung kiprahnya maka dari PULDAPII akan mengevaluasi diri untuk melangkah ke depan agar lebih baik.

Selain itu, PULDAPII juga membutuhkan perhatian semua pihak agar mampu tumbuh kembang dengan baik serta sehat, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi Kemajuan dan Kebaikan Bangsa Indonesia. Maka dari itu dari PULDAPII menggelar Muktamar Perdana (I) yang ditempatkan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Selanjutnya, pada pukul 09.30 WIB acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh Ketua MPR RI, Dr ( H.C ) Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menyampaikan, bahwa kekuatan Umat Muslim yang besar di Indonesia harus mampu di konversi menjadi kekuatan kekuasaan dan kekuatan Ekonomi.

“Mari kita fokus untuk merebut ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan terutama pesantren-pesantren. Kita harus mampu menguasai sumber kekayaan alam di Indonesia sebanyak 95 %. Bangsa yang hebat adalah bangsa yang memiliki nilai-nilai akidah bukan dinilai dari uang dan finansial,” kata Zulkifli, Sabtu (/08/07).

Menurutnya, nilai-nilai yang dimaksud adalah untuk saling menghargai dan menghormati antar sesama umat. Apabila seluruh aspek pemerintah dan Masyarakat  memahami tentang nilai-nilai akidah, maka kebijakan pemerintah akan berpihak untuk kepentingan bersama.

“Negara ini merdeka karena peran para ulama-ulama dan santri-santri negara kita. Kekuatan Muslim yang besar mampu dikonversi menjadi kekuatan Ekonomi dan Politik. Kedaulatan kekuasaan negara ada pada Rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Hakim S, yang juga diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan menuturkan, bahwa tema dari kegiatan ini sangat strategis, yaitu Merangkai Potensi Menggapai Obsesi untuk Optimalisasi Kontribusi bagi NKRI.

Lukman Hakim mengungkapkan, Indonesia sebagai negara berpenduduk yang besar dan penduduk yang beragama muslim yang cukup besar. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang Agamis. Masyarakat Indonesia merupakan Masyarakat yang Majemuk dari berbagai lapisan suku, agama, kepulauan.

“Maka dari itu Pemerintah melalui Kementerian Agama RI berharap kepada kegiatan Muktamar kali ini mampu seperti pada tema muktamar kali ini. Melalui kegiatan hari ini, saya menitipkan harapan agar keragaman di negara kita mampu kita jaga agar nilai-nilai agama mampu terimplementasikan. Suasana kerukunan antar umat beragama agar mampu kita jaga bersama,” pungkas Lukman.(asb)