Bacok Korban Dengan Pedang, Terdakwa Begal Jalanan Ini Diancam Pasal Berlapis

Surabaya – Sidang lanjutan perkara kejahatan jalanan perampasan dan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka bacok di kepala dan tangan kanan dengan terdakwa Viko Puji Utomo bin Udi Utomo (21) warga Jalan Gadel Timur I/22 Surabaya kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (10/10).

Dalam persidangan dengan agenda keterangan saksi ini, dipimpin Hakim Rochmad dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) P. Manullang.SH, dari Kejari Tanjung Perak menghadirkan saksi penangkap dari kepolisian guna dimintai keterangannya dalam persidangan.

Dihadapan Majelis Hakim saksi menerangkan awal kejadian perkara tersebut, bermula pada 07 Juli 2018 sekira pukul 22,00 wib dimana terdakwa bersama Rulli (DPO) dan Samuji (DPO) sedang pesta miras dan merencanakan untuk melakukan kejahatan.

Seusai menenggak minuman keras (miras), lalu ketiganya berboncengan dengan mengendarai motor untuk mencari sasaran, tak lama kemudian sekira pukul 03.00 wib terlihat Anisetus Umbu Kanda (korban) melintas tepat didepan Kantor Diklat dengan mengendarai motor Honda REVO nopol L-3514-GE.

Korban pun kemudian dihadang oleh terdakwa dan Samuji, karena takut korbanpun melajukan motornya lebih cepat dan dengan spontanitas terdakwa teriak “mandeko cuk” (berhenti cuk, red) namun korban tak menghiraukan teriakan terdakwa.

Hingga akhirnya terdakwa bersama ketiga temannya mengejar korban dan setelah sampai dijalan Tubanan terdakwa memepet motor korban hingga berhenti, setelah itu Samuji (DPO) langsung membacokan pedangnya tiga kali ke arah korban dan tepat mengenai kepala dan tangan korban hingga terjatuh.

Karena perbuatan terdakwa hingga korban mengalami luka bacok di kepala sebelah kanan 4 cm dan kepala bagian belakang 6 cm serta tiga jari tangannya.

Kemudian terdakwa juga membacok korban sebanyak dua kali dan mengambil tas korban yang berisi (1) satu buah HP merk Samsung, STNK sepeda motor, kartu ATM, Sim C dan KTP serta uang tunai sebesar Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah).

Dari keterangan saksi tersebut semua dibenarkan oleh terdakwa yang saat itu didampingi kuasa hukumnya yakni Fariji.SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, terdakwa dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 338 KUHP Jo pasal 53 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP dan pasal 365 ayat (2) ke – 1,2 KUHP pasal 363 ayat (1) ke – KUHP  (son).