Babak belur di hajar massa, dua pelaku Curas diserahkan ke Polrestabes Surabaya

Wartapedia, Surabaya. Aksi nekad tiga orang pelaku Pencurian dengan Kekerasan (Curas) tak berjalan dengan mulus. Pasalnya, akibat aksinya yang nekad melakukan perampasan terhadap motor milik seorang korban bernama Ricko Yuriansyah asal Desa Brambe, Gresik ini, dapat di cegah oleh warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Dari kejadian tersebut, dua orang yang sebelumnya di keroyok oleh massa itu berhasil di tangkap dan diserahkan ke Polrestabes Surabaya. Mereka adalah Santo (26) warga Jalan Kupang Gunung gang Buntu Surabaya, dan Pendik (32) warga Jalan Kupang Gunung Timur Surabaya. Serta satu orang yang berhasil kabur dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial YY.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana mengatakan, dalam melakukan aksinya, ketiga pelaku menggunakan satu unit sepeda motor berboncengan bertiga. Para pelaku berkeliling di jalan-jalan yang sepi sehingga bertemu dengan korban. Pelaku yang duduk di tengah membawa senjata tajam jenis parang.

“Kemudian pelaku menghampiri korban, lalu ditodongkan untuk mengambil sepeda motor korban. Jadi pada saat dia mengambil sepeda motor ada perlawanan dari pihak korban. Korban berteriak minta tolong kepada masyarakat dan masyarakat membantu pada waktu itu,” kata Dewa, Rabu (25/10).

Pada saat itulah setelah pelaku tertangkap, warga pun mengeroyoknya hingga babak belur. Dewa mengungkapkan, setelah berhasil mengamankan dan mengeroyok pelaku, warga lalu menginformasikan kepada anggota Kepolisian tentang adanya penangkapan tersebut. Sehingga petugas segera datang segera mengamankan pelaku ke Polrestabes Surabaya.

“Jadi dari tiga ini, kemudian satu atau dua orang di hantar warga dan satu lagi DPO yang berhasil kabur membawa motor korban,” pungkasnya.

Dari hasil ungkap kasus Curas ini, petugas menyita barang bukti berupa 1 lembar STNK motor milik korban, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio dengan nopol W 4859 SY sebagai sarana pelaku. Sementara memburu YY, petugas menjerat kedua tersangka Santo dan Pendik di jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 9 tahun.(asb)