APTRI Sambut Bahagia Pembatalan Penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Wartapedia, Surabaya. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyambut baik pembatalan penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap gula konsumsi. Sehingga para petani tebu diharapkan tidak resah dengan hal tersebut.

Ketua Dewan Pembina APTRI – Arum Sabil bahkan menegaskan, jika PPN tersebut tidak pernah ada bagi gula konsumsi, yang masuk menjadi salah satu bahan kebutuhan pokok di Indonesia. Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK)  no 116 tahun 2017.

“PMK yang turun itu, no 116 itu adalah surat penegasan saja. Biar tidak terjadi multitafsir isu yang berkembang tentang PPN,” tegasnya, Sabtu (26/8/2017).

PMK no 116 tahun 2017 tersebut tentang Barang Kebutuhan Pokok yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai. Bahkan Arum menilai pengenaan PPN terhadap gula konsumsi tidak pernah dilakukan, sejalan dengan Peraturan Presiden nomo 71 tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

“Tidak pernah ada PPN gula petani. Jadi PPN gula petani, selama ini tidak ada dan tidak pernah dipungut,” ujarnya.

Diungkapkannya, jika kebijakan untuk membebaskan gula dari pengenaan PPN sejalan dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi nomor 39 tahun 2016 tentang pengujian Undang-Undang nomor 42 tahun 2009 tentang PPN pada Juli lalu.

Walaupun dalam putusan MK tersebut tidak menyebutkan gula secara spesifik masuk dalam bahan pokok, namun dipaparkannya bahwa faktanya gula merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.(nik/asb)