Antisipasi penumpang angkot terdampar, Polrestabes Surabaya kerahkan Bus Dinas

Wartapedia, Surabaya. Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan sopir angkutan umum di Surabaya mengakibatkan sejumlah dampak. Salah satunya ialah terdamparnya para penumpang angkutan umum yang biasanya beraktivitas menggunakan jasa angkutan umum.

Oleh sebab itu, guna mengantisipasi terdamparnya para penumpang ini, Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengerahkan bus dinas untuk mengangkut warga ke tempat tujuan. Hal tersebut juga untuk menanggapi keluhan warga terhadap situasi tersebut.

”Saya biasanya menunggu angkutan kota satu jam paling lama di terminal JMP Surabaya sampai dengan saat ini saya belum mendapatkan dan untung ada bus angkut dari Polrestabes Surabaya,” ujar Ani Sumarni, 34 pelanggan penumpang angkot, Selasa (03/10).

Tidak hanya Polrestabes Surabaya, instansi lainnya yang turut ambil bagian dalam menangani masalah tersebut, Pemerintah Kota Surabaya, yakni dengan menyiapkan kendaraan terdiri dari 11 mobil patroli Satpol PP dan Linmas, 8 bus dari bagian perlengkapan dan Dinas Perhubungan, 4 Elf, dan 1 Travello dari Dispendukcapil, 8 Isuzu Panther operasional OPD, serta 62 mobil operasional Kecamatan.

”Kami telah mengerahkan unit bus operasional untuk membantu para warga yang akan beraktivitas. Demikian juga dari Pemerintah Kota Surabaya juga membantu turunkan armada untuk mengangkut warga. Insya Allah apa yang kami lakukan ini dapat membantu warga masyarakat kota Surabaya yang terkena dampak unjuk rasa Angkutan Kota,” terang Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Mohammad Iqbal.

Sebagaimana diketahui, ratusan sopir angkutan umum (angkot) Surabaya melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut kepada pemerintah agar menghapuskan jasa layanan transportasi berbasis online. Para sopir angkot beserta armadanya dari berbagai element organisasi berunjuk rasa di kantor Gubernur Jawa Timur.(asb)