Agenda Sidang Pembelaan Terdakwa Lelang Proyek pembangunan Desa Digelar

Tuban – Gara-gara rebutan proyek, Pujiharto (49), warga asal Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Tuban harus rela berurusan dengan aparat penegak hukum. Pasalnya, dia dilaporkan oleh temannya sendiri atas tuduhan pencemaran nama baik.

Saat ini kasus tersebut telah masuk ke meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Tuban dengan Ketua Majelis Hakim Erslan Abdillah dan di dampingi dua anggota Hakim. Sidang saat ini telah masuk agenda dengan menghadirkan saksi dari terdakwa dan memintai keterangan terdakwa.

“Sidang selanjutnya dengan agenda tuntutan,” jelas Radityo, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, Rabu, (7/2/2018).

Kejadian itu bermula saat terdakwa bersama rekan-rekan pengusahaan mengiku lelang proyek PT Teknotama Internusa Lingkungan (PT TLI). Proyek itu untuk pembangunan pagar dan gorong-gorong yang berada di Desa Karangasem, Kecamatan Jenu – Tuban.

Selama proses lelang diduga ada kesepakatan untuk meloloskan salah satu pihak. Akhirnya lelang proyek itu dikerjakan oleh PT Setumbun Ray Asri milik Kusnan dengan total nilai proyek lebih dari Rp 900 juta.

Setelah itu dilakukan peletakan batu pertama pada pertengahan bulan Desember 2016 silam oleh pemenang lelang. Tak lama berselang, datang terdakwa disebuah warung yang tak jauh dari peletakan batu pertama dengan membawa kertas foto copy yang berisi kesepakatan lelang pada tanggal 6 Oktober 2016.

“Kertas fotocopy itu dibagikan terdakwa kepada orang-orang yang berada di warung,” terang Radityo kepada wartawan ini.

Setelah membagi kertas itu, terdakwa mengatakan kepada orang yang ada di warung. Yakni “proyek ini seharusnya saya yang mengejakan, bukan Kusnan. Kusnan sudah menipu saya, kalau dia tidak mau memberikan uang 200 juta, sesuai kesepakatan surat, tolong proyek ini jangan dikerjakan soalnya saya sudah ditipu mentah-mentahan, ini buktinya kalau saya sudah ditipu oleh Kusnan”.

Kemudian terdakwa diduga menghalangi-halangi mobil angkutan material bangunan yang ingin masuk ke lokasi proyek. Tak terima dengan perbuatan itu, Kusnan akhirnya melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib hingga berujing di meja hijau ini.

“Pujiharto (terdakwa) dalam kejadian itu tidak pernah menghalang-halangi mobil angkutan meterial yang ingin masuk ke lokasi proyek,” kata Rokim, saksi dari terdakwa dihadapan Majelis Hakim Tuban.

Sementara itu, Humas PN Tuban, Donovan Akbar Khusuma, usai persidangan menjelaskan sidang dilanjutkan lagi pada Rabu tanggal 14 Februari 2018 dengan agenda pembacaan tuntutan hukuman pidana terhadap terdakwa yang dibacakan Jaksa.

“Sidang selanjutnya pembacaan tuntutan,” terang Donovan Akbar Khusuma. (Afi)