Ada potensi di Lamongan, La Nyalla dorong pengusaha Jatim berinvestasi

Wartapedia, Surabaya. Besarnya potensi dan prospek bisnis yang menjanjikan di Kabupaten Lamongan mengusik minat para pelaku usaha di Jawa Timur berinvestasi. Alasannya, para pengusaha Jatim, terutama yang tergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, ingin memberi nilai tambah dalam upaya pengembangan investasi usaha dan perekonomian di Lamongan.

Ini pun sesuai dengan target investasi daerah yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sebesar Rp 1,9 triliun tahun ini. Bahkan, La Nyalla Mahmud Mattaliti (La Nyalla), selaku Ketua Umum Kadin Jatim terdorong untuk mengajak para pengusaha di Jawa Timur turut serta mengambil peran tersebut.

“Karena, Lamongan memiliki potensi cukup besar dan didukung dengan infrastruktur yang cukup memadai, mulai infrastruktur jalan hingga pelabuhan yang berskala internasional. Untuk itu, saya mengajak pengusaha Jatim, memberi nilai tambah dalam proses perekonomian di daerah, termasuk di Lamongan,” tukas La Nyalla mengomentari niatan Pemkab Lamongan yang membuka lebar peluang investasi untuk mengembangkan potensi daerahnya, Jumat (29/9/2017).

La Nyalla sangat mengapresiasi komitmen Bupati Lamongan Fadeli yang lebih mendahulukan kesempatan berinvestasi untuk pengusaha Jatim, sebelum ditawarkan ke luar provinsi atau luar negeri. Menurut La Nyalla, peluang yang diberikan Bupati Lamongan tersebut agar efek dominonya tetap dinikmati masyarakat Jatim.

“Manfaatkan kebijakan Bupati dalam kemudahan investasi. Ke depan, sudah seharusnya Jatim menggalakkan model investasi seperti ini. Investasi yang pro dunia usaha lokal,” tandasnya saat pembukaan Business Gathering Kabupaten Lamongan bersama ratusan pengusaha Jatim di Surabaya, Kamis (28/9/2017).

Potensi Agrobis dan Perikanan Bupati Lamongan Fadeli, pada kesempatan yang sama mengungkapkan, Lamongan sedang fokus menggarap sektor agrobis dan perikanan. Sebab, daerah berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa yang memiliki bibir pantai sepanjang 47 kilometer dengan produksi perikanan tangkap maupun budidaya yang mencapai 127 ton per tahun ini memberi peluang dua sektor tersebut dikembangkan lebih luas.

“Bahan baku yang kami miliki masih terlalu banyak. Dari total produksi perikanan yang sudah diolah di Lamongan masih sekitar 50 persen. Artinya, masih ada 50 persen potensi perikanan yang bisa digarap, sedangkan investor perikanan yang sudah masuk, baru enam,” kata Fadeli.

Selain perikanan, lanjut Bupati, Lamongan juga memiliki potensi padi dengan produksi sekitar 1 juta ton per tahun, dan jagung sebesar 372 ribu ton per tahun. Menarinya lagi, tahun ini produksi jagung diperkirakan menembus angka 500 ribu ton per tahun, atau naik hampir 25% dibanding tahun 2016. “Ke depan, kami menarget produktivitas jagung naik dari rata-rata produksi 6,2 ton per hektar, menjadi 10 ton per hektar. Karena itu, saya berharap, investasi yang masuk di Lamongan akan memanfaatkan potensi jagung yang cukup berlimpah ini,” tuturnya.

Menurutnya, di Lamongan sudah ada pabrik pakan ternak. Meski begitu, Fadeli tetap mendorong, agar para investor atau pengusuha di Jawa Timur bisa mengambil kesempatan ikut memanfaatkan potensi tersebut. “Karena bahan baku tidak hanya bisa mengambil dari Lamongan, tetapi  juga dari daerah sekitar,” ungkap Bupati.

Namun demikian, Fadeli juga mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk mengembangkan produk turunan berbahan dasar jagung, seperti kerupuk jagung ice cream jagung beragam rasa. Ia meyakini, dengan dorongan tersebut, akan memberi dampak otomatis terhadap penginkatan income per kapita Lamongan.

“Yang pasti, investasi yang masuk di Lamongan selama lima tahun terakhir, mencapai Rp 23,2 triliun. Untuk target investasi di tahun ini sebesar Rp 1,9 triliun. Tapi, saya optimis akan tercapai Rp 2 triliun atau bahkan lebih,” katanya.(ms/asb)