4 Kawanan Perampok Lintas Pulau Tewas Ditembak Polisi

Tuban – Aksi komplotan perampok lintas pulau ini harus berakhir tragis. Sebanyak 4 orang pelaku kejahatan pencurian kendaraan bermotor kini terbaring kaku di kamar Jenazah RSUD Koesma Tuban karena terkena timah panah oleh polisi dari jajaran Polres Tuban

Ke empat tersangka diantaranya Moch Samsul Huda (32) warga Desa Karangharun, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Richo Rohim (58) warga Desa Setiasekar, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi. Karlim (59) warga Desa Anjatanbaru, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu dan Aprilianto (30) warga Desa Manyeti, Kecamatan Dawijan, Kabupaten Subang.

Para pelaku terpaksa dilumpuhkan oleh petugas karena hendak melawan ketika akan diamankan di sekitaran Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban pada Rabu (24/10) dini hari.

Awalnya, petugas dari jajaran Satreskrim Polres Tuban mendapat laporan bahwa ada mobil yang dikemudikan oleh kawanan tersebut melintas di kawasan Tuban, kemudian oleh petugas, dibuntuti hingga menuju kearah Kota Tuban bagian barat.

Sesampainya di sekitar lokasi penangkapan atau wilayah Kecamatan Montong petugas hendak menghentikan laju mobil para pelaku namun tidak diindahkan.

Kemudian, polisi memberikan tembakan peringatan kepada para perampok tersebut, namun mobil Vios warna silver putih yang digunakan para pelaku tidak juga berhenti dan menyerahkan diri.

Selanjutnya polisi menembak roda ban bagian kiri depan kendaraan agar laju mobil terhenti. Benar, usai itu, mobil mengalami oleng dan menabrak pohon jati.

Aksi penangkapan tidak terus berakhir, 3 kawanan perampok itu keluar dari mobilnya dan hendak melawan dengan mengancam menggunakan senjata tajam jenis celurit dan senjata air Softgun. Merasa berbahaya, anggota kemudian melumpuhkannya dengan menembak mati pelaku.

Dalam keterangan rilisnya di halaman Mapolres, Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono menuturkan bahwa para pelaku diketahuivsudah lama melakukan aksinya diberbagai daerah, seperti Kabupaten Mojokerto, Gresik, Semarang, Solo.

Bahkan para pelaku ini dipastikan merupakan spesalis pencurian kendaraan bermotor jenis truk.

“Saat diamankan, keempat pelaku ini sempat melakukan perlawanandan karena dianggap membahayakan nyawa petugas, akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan para pelaku. Kasus ini masih kami kembangkan terus, petugas masih di TKP. Karena beberapa jajaran Polres lain masih kita hubungi terkait kasus ini, “ terang Nanang.

Nanang juga menambahkan bahwa setiap pelaku ini sudah memiliki bagian tugas dan kerjanya, ada yang bagian mengintai calon kendaraan yang hendak dicuri, ada yang bagian eksekusi dan ada pula yang bagian menjual hasil curian.

Dari hasil penangkapan diperoleh barang bukti uang diduga hasil kejahatan sebesar Rp. 38 juta, kunci T dan alat pencurian lainnya, ponsel, senjata tajam, senjata api softgun, dan hasil curian yang belum terjual.

“Dalam melakukan aksinya, pelaku ini tidak segan-segan menggunakan kekerasan. Ini semua (Barang Bukti) ada di dalam kendaraan pelaku dan dari hasil pengembangan sudah ada 11 TKP (lokasi aksi),” pungkasnya. (Afi)