3 Napi Lapas Tuban Jadi Bandar Pil Double L

Tuban – Ironi memang, yang seharusnya di dalam sel tahanan bisa menjalani masa hukuman dan insaf justru malah menjadi bandar.

Kelakuan tersebut di dapati 3 warga binaan Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II B Tuban. Kini ketignya terpaksa diamankan petugas Lapas, lantaran diduga menjadi bandar pil dobel LL bagi tahanan lain.

Bukan tanpa sebab, bandar itu dicurigai petugas atas gerak gerik pelaku, sehingga petugas mengadakan razia di sel yang mereka huni.

Hasilnya ditemukan sebanyak 290 butir obat terlarang yang diamankan dari tangan ketiga pelaku. Untuk mengelabuhi petugas ketiga pelaku ini menyembuhyikan barang terlarang itu kedalam bungkus rokok yang kosong. Menurut pengakuan tersangka pil yang dikemas dalam plastik klip yang berjumlah 10 butir dijual seharga Rp 50 ribu.

Hasil pemeriksaan sementara barang tersebut diselundupkan melalui kemasan biskuit Roma dari tamu yang membesuk salah satu tersangka bernama Masrukin.

Pengakuan Masrukin, awalnya pil akan dikonsumsi sendiri dari pesanan melalui istrinya. Namun dua tersangka lainnya justru berencana menjual dan mengedarkan barang itu kepada napi lainnya.

Saat ini pelaku penyelundupan barang ini tengah diburu oleh petugas Satreskoba Polres Tuban.

“Kami rutin melakukan razia atau pemeriksaan kepada warga binaan di LP ini, hasilnya kami mendapati ada napi yang kedapatan membawa narkoba jenis pil dobel LL,” Jelas Kalapas Tuban Sugeng Indrawan , Rabu (26/9).

Ketiga pelaku yang diamankan yakni Masrukin, (30), Tasmiadi (29) dan Rocim (33), ketiganya merupakan tahanan dengan kasus penjualan obat terlarang. Mereka sebelumnya juga sudah divonis hakim dengan hukuman di bawa lima tahun dan sudah beberapa tahun ini mendekam dalam jeruji besi. Saat ini ketiganya sudah diamankan ke Mapolres Tuban untuk selanjutnya dikembangkan.

Menurut Kasat Reskoba Polres Tuban AKP Made Patera Nagara mengatakan, kasus ini belum bisa dibuka secara luas, karena masih dalam penyelidikan oleh petugas.

Polisi saat ini masih memburu pelaku pemasok obat terlarang itu ke Lapas. Guna penyelidikan ketiganya saat ini diamankan di polres.

“Kami bawa dulu ketiga tersangka ini, untuk selanjutnya kita gali keterangan,”Serunya.

Polisi saat ini juga akan memeriksa sejumlah saksi, seperti halnya petugas Lapas, Nara pidana yang sekamar dengan pelaku.

Ketiganya saat ini akan diancam dengan UU RI No 22 Tentang kesehatan dengan ancaman hukuman di atas di atas lima tahun penjara. (Afi).